NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Warga Pantai Smoker, Kelurahan Siriwini, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat pada Rabu (3/9/2025) sekitar pukul 12.45 WIT. Korban diketahui bernama Selmus Kanaitan (55) yang ditemukan sudah tidak bernyawa di tepi pantai.
Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., melalui Kasat Reskrim Iptu Habibi Cendrawasih Solosa, S.Tr.K., S.I.K., memberikan penjelasan polisi terkait kejadian ini. Menurutnya, penanganan awal di lokasi langsung dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Nabire bersama Unit Opsnal.

Berdasarkan keterangan saksi pertama, GO (14), pada pukul 08.30 WIT dirinya melihat korban berjalan menuju pantai dan sempat duduk di atas batu menghadap laut. Setelah itu saksi kembali ke rumah tanpa mengetahui kondisi korban selanjutnya.
Saksi kedua, CI(46), menuturkan bahwa korban diketahui menderita penyakit stroke. Biasanya korban ditemani keluarga saat mandi di pantai. Namun, pada hari kejadian, keluarga korban sedang berada di pelabuhan untuk mengantar sanak keluarga ke Waropen sehingga korban ditinggalkan sendirian di rumah.
“Sekitar pukul 13.20 WIT, saksi II melihat sejumlah anggota kepolisian sudah berada di lokasi. Korban saat itu sudah diangkat dari laut dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah untuk kemudian dibawa ke RSUD Nabire,” jelas Iptu Habibi dalam penjelasan polisi.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa:
- Satu buah baju kaos coklat
- Satu buah celana pendek warna hitam
Polisi telah melakukan sejumlah langkah penanganan, antara lain:
- Menerima laporan dari masyarakat
- Melakukan olah TKP
- Meminta keterangan saksi-saksi
- Melakukan visum di RSUD Nabire
- Melaporkan perkembangan kepada pimpinan
“Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui menderita sakit stroke. Diduga kuat korban meninggal dunia saat mandi di pantai,” terang Kasat Reskrim.
Hingga saat ini, jenazah korban masih berada di ruang jenazah RSUD Kabupaten Nabire untuk penanganan lebih lanjut.
Polisi mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan tidak membiarkan anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit berisiko tinggi berada sendirian di area berbahaya, termasuk di sekitar pantai.













