NEWS BUSURNABIRE.ID – Nabire | Aksi pemalangan kembali terjadi di UPTD Puskesmas Yaro, Kabupaten Nabire. Yosepa Yoani, pemilik lahan yang hingga kini belum menerima ganti rugi, menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan bukan untuk menghalangi pelayanan kesehatan, melainkan sebagai bentuk tuntutan haknya yang tak kunjung dipenuhi.

“Ini sudah kali kedua saya melakukan pemalangan. Karena memang ada janji dari Bupati sendiri bahwa hari Selasa masalah ganti rugi ini diselesaikan. Dari pagi sampai setengah dua siang kami menunggu, tapi tidak ada kepastian,” ujar Yosepa kepada wartawan, Selasa (19/8/2025).
Menurut Yosepa, kesepakatan pembayaran ganti rugi lahan disampaikan langsung oleh Bupati Nabire dalam pertemuan pada Jumat pekan lalu. Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, persoalan tak juga dituntaskan.
“Saya sudah katakan, kalau hari Selasa tidak diselesaikan, saya akan palang kembali. Sampai dibayar baru saya buka,” tegasnya.
Pemalangan dilakukan dengan memasang kayu dan slot di pintu ruang serta akses utama menuju UPTD Puskesmas Yaro. Meskipun demikian, Yosepa mengaku tidak berniat mengganggu pelayanan kesehatan, hanya menuntut hak ganti rugi yang seharusnya ia terima.
“Harapan saya, secepatnya dibayar supaya Puskesmas ini bisa berjalan normal seperti biasa. Kalau soal masyarakat Yaro yang juga butuh pelayanan, saya ini juga korban. Jadi semua kembali ke Bupati yang harus menyelesaikan,” tambahnya.
Yosepa menegaskan, dirinya tidak menginginkan masalah ini berlarut-larut. Ia hanya menginginkan kepastian dari pemerintah daerah agar persoalan ganti rugi lahan UPTD Puskesmas Yaro segera dibayarkan sesuai kesepakatan.
“Yang saya harapkan hanyalah penyelesaian dengan adil dan tepat waktu,” pungkas Yosepa.
Kasus pemalangan UPTD Puskesmas Yaro menjadi sorotan publik karena menyangkut hak pemilik lahan dan kepentingan masyarakat luas dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Warga berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Nabire, segera menuntaskan persoalan ini agar aktivitas pelayanan di Puskesmas Yaro dapat kembali berjalan normal tanpa hambatan.













