Warga Nabire Menjerit: Begal Merajalela, Pejabat Daerah Bungkam!

By BusurNabire.id
Rabu, 6 Agustus 2025 10:42 WIB | 501 Views
Warga Nabire Menjerit: Begal Merajalela, Pejabat Daerah Bungkam! (foto: itimewa)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – NABIRE |Keresahan warga Kabupaten Nabire kian memuncak seiring maraknya aksi begal yang terjadi belakangan ini. Dalam sebuah voice note yang beredar luas di grup media sosial WhatsApp yang peduli terhadap kondisi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), seorang warga menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap sikap diam para pemimpin daerah.

Warga Nabire Menjerit: Begal Merajalela, Pejabat Daerah Bungkam! (Foto: Itimewa)

“Harusnya itu Bupati kah, Gubernur kah, itu dong yang bikin statement tegas untuk lawan begal-begal ini!” ujar suara dalam rekaman berdurasi hampir dua menit itu, yang kini menjadi viral di kalangan masyarakat Nabire.

Warga tersebut mengungkapkan betapa aparat kepolisian terus-menerus menjadi tumpuan harapan, sementara para pejabat tinggi daerah seperti Bupati dan Gubernur tidak pernah mengeluarkan satu pun pernyataan resmi yang menunjukkan sikap tegas terhadap kejahatan jalanan tersebut.

“Korban sudah banyak, tapi tidak ada tindakan atau pernyataan tegas sama sekali dari pejabat-pejabat itu. Mereka seperti pura-pura tuli dan buta,” ujarnya.

Tak hanya meminta tanggapan, warga tersebut bahkan memberikan solusi konkret. Ia mengusulkan agar unsur kepala suku, kepala desa, hingga Kapolres dikumpulkan dalam satu forum khusus untuk membahas dan melawan fenomena begal secara menyeluruh.

Salah satu poin penting yang disorot adalah adanya kecenderungan masyarakat melindungi pelaku begal hanya karena alasan kekerabatan. Fenomena ini, menurut warga tersebut, justru membuat para pelaku merasa kebal hukum dan semakin berani melakukan aksinya.

“Susah di Nabire ini. Ada begal, ketahuan, tapi malah keluarganya yang lindungi. Korban bisa-bisa disalahkan. Keluarga besar mereka juga ikut melindungi, makanya begal tidak takut siapa-siapa, bahkan polisi,” katanya dengan nada kesal.

Warga itu juga menyerukan agar masyarakat, baik pendatang maupun masyarakat asli, bersatu melawan aksi kriminalitas ini. Ia menegaskan bahwa begal tidak memandang suku, agama, atau latar belakang sosial, karena itu upaya melawannya harus dilakukan bersama.

Baca Juga  Kapolres Puncak Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 Amankan Idulfitri

“Begal itu tidak memandang suku. Jadi kalau ketahuan, jangan dilindungi. Ambil tindakan tegas. Jangan biarkan keluarga besar lindungi pelaku,” tegasnya.

Pernyataan warga tersebut mengandung kritik tajam yang mencerminkan kekecewaan banyak warga terhadap kurangnya kepedulian dan tindakan nyata dari pimpinan daerah.

“Harusnya kumpulkan semua stakeholder, dari kepala desa terkecil sampai kepala suku. Biar tahu ini masalah serius. Jangan hanya polisi terus yang kerja. Pejabat-pejabat jangan diam,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Nabire maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah terkait peningkatan kasus begal dan keresahan warga.

Masyarakat kini menanti sikap tegas dan nyata dari para pemimpin daerah. Kebutuhan akan langkah konkret seperti penyuluhan hukum, patroli rutin, serta kebijakan terpadu yang melibatkan semua elemen masyarakat sangat mendesak untuk segera direalisasikan.

Warga tidak hanya ingin melihat polisi bekerja di lapangan, tetapi juga ingin mendengar suara moral dan politik dari para pejabat publik yang selama ini mereka pilih.

“Setidaknya kalau pejabat juga bersuara, masyarakat bisa merasa tidak sendiri. Kami ingin pemimpin yang hadir saat situasi genting, bukan hanya saat upacara,” tutupnya.

Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan rekaman suara warga yang diterima oleh redaksi Busur Nabire melalui grup media sosial publik Whatsap. Identitas pengirim tidak disebutkan demi menjaga privasi, namun isi pesannya merefleksikan jeritan hati warga yang merindukan rasa aman.

Berita Terkait

Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Natal, 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 2026. Kiranya damai Natal membawa harapan baru, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun Papua Tengah yang aman, sejahtera, dan berkeadilan. — Meki Nawipa, S.H Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, S.Sos., M.Si Wakil Gubernur Papua Tengah
Wakil Bupati Kabupaten Intan Jaya beserta Keluarga Besar mengucapkan Selamat Hari Natal, 25 Desember 2025 dan Selamat Menyongsong Tahun Baru 2026.
Soni (1)
Karel Tabuni, S.T Anggota DPRK Nabire Beserta Keluarga Besar mengucapkan Selamat Hari Natal, 25 Desember 2025 dan Selamat Menyongsong Tahun Baru, 1 Januari 2026.
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup