>

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa Tanggapi Aksi Demo Pencaker Kode R OAP: “Tempuh Jalur Resmi, Jangan Mengemis di Negeri Sendiri

By BusurNabire.id
Senin, 14 Juli 2025 03:10 WIB | 1527 Views
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa Tanggapi Aksi Demo Pencaker Kode R OAP (Foto: Busur Nabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID —Nabire: Sejumlah massa yang tergabung dalam Forum Pencaker Kode R CPNS Tahun 2024 Orang Asli Papua (OAP) menggelar aksi demo damai di halaman Ballroom Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah, Senin (14/7/2025).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes dan aspirasi agar Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H., dan jajarannya memprioritaskan hak-hak OAP dalam proses penerimaan ASN tahun 2025.

Aksi Demo Pencaker Kode R OAP (Foto: Busur Nabire)

Para demonstran membawa satu buah spanduk besar yang memuat tujuh poin tuntutan kepada Gubernur Papua Tengah, antara lain:

  1. Meminta pemerintah provinsi melalui dinas terkait memprioritaskan OAP dalam rekrutmen CPNS, P3K, K2, database, dan tenaga honorer kontrak tahun 2025.
  2. Menuntut penerimaan tenaga honorer wajib memprioritaskan peserta Kode R OAP sesuai surat edaran resmi Gubernur Papua Tengah yang menyatakan 90% formasi diperuntukkan bagi OAP.
  3. Mengakomodasi peserta Kode R dalam CPNS 2024, dengan alasan formasi ASN Provinsi Papua Tengah untuk OAP saat ini sangat minim.
  4. Meninjau kembali kebijakan KemenPAN-RB terkait proses seleksi CPNS yang dinilai belum mengakomodasi aspirasi peserta Kode R OAP.
  5. Evaluasi kembali ROP (Rencana Operasional Pelaksanaan) antara Gubernur, BKPSDM, dan DPR Papua Tengah, termasuk janji Ketua Pansus DPR Papua Tengah yang menyatakan siap mengawal proses ini.
  6. Menolak marginalisasi hak anak negeri, sebagai bentuk keberpihakan terhadap masyarakat adat Papua.
  7. Menegaskan bahwa perjuangan ini menyangkut harga diri, integritas, dan keadilan sosial bagi Orang Asli Papua yang merasa diabaikan dalam pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H., turun langsung menemui massa aksi dan memberikan penjelasan tegas mengenai prosedur penerimaan CPNS. Ia menegaskan bahwa urusan pengangkatan pegawai negeri merupakan wewenang pemerintah pusat, bukan kepala daerah.

“Hari ini kamu demo sampai matahari tenggelam pun, tetap tidak akan bisa dapat formasi. Karena pegawai negeri itu ditentukan oleh negara dan pusat,” kata Nawipa di hadapan peserta aksi.

Baca Juga  Waspada Penimbunan dan Permainan Harga, Papua Tengah Tingkatkan Pengawasan Perdagangan

Gubernur meminta agar aspirasi disampaikan melalui jalur formal, bukan aksi jalanan yang menurutnya mencoreng martabat sebagai Orang Asli Papua.

“Menyurati secara resmi, datang sebagai tuan tanah, bukan seperti pengemis. Kamu pemilik negeri ini. Gunakan cara terhormat, bukan cara-cara orang tidak sekolah,” tegasnya.

Gubernur menjelaskan bahwa prosedur aspirasi harus melalui DPR Papua Tengah, yang kemudian akan menyurati BKD, lalu bersama-sama menyampaikan langsung ke KemenPAN-RB dan BKN.

“Besok kamu buat surat resmi ke DPR. Setelah itu DPR akan undang BKD, lalu sama-sama ke Menteri PAN. Jangan demo lagi. Jalani prosedur, baru kita bisa perjuangkan di pusat,” jelasnya.

Meki Nawipa juga mengingatkan bahwa saat ini seluruh proses rekrutmen ASN dilakukan secara online dan transparan, sehingga perlu disertai dengan data dan dasar hukum yang kuat jika ingin mengajukan keberpihakan khusus kepada OAP.

“Gubernur tidak punya hak mengeluarkan SK pegawai negeri. Itu urusan pusat. Jadi harus kita pelajari datanya. Jangan sampai berharap tapi tidak dapat apa-apa karena tidak sesuai kebutuhan negara,” tambahnya.

Gubernur Papua Tengah  Meki Nawipa Tanggapi Aksi Demo Pencaker Kode R OAP: “Tempuh Jalur Resmi, Jangan Mengemis di Negeri Sendiri (Foto: Busur Nabire)

Usai mendengar penjelasan langsung dari Gubernur, massa aksi akhirnya membubarkan diri secara tertib. Gubernur juga meminta dua perwakilan pencaker untuk bertemu kembali secara pribadi guna membahas teknis langkah lanjutan.

“Saya pikir cukup ya. Saya ada tamu dari Jakarta. Dua orang dari kalian nanti ketemu saya. Pulang dengan baik. Jangan demo lagi,” tutupnya.

Aksi ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang santun dan konstitusional dalam menyampaikan aspirasi, serta membuka ruang dialog antara masyarakat adat dan pemerintah daerah demi keadilan yang lebih baik di tanah Papua Tengah.

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup