NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Papua Tengah, Pdt. Klemens Taran, S.Ag., menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Tengah yang dilaksanakan di Aula RRI Nabire, Kamis (3/7/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, yang diwakili oleh Staf Ahli I Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Marthen Ukago. Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat kerukunan dan stabilitas sosial di Papua Tengah.

“Forum ini sangat penting karena menjadi wadah strategis untuk membangun komunikasi dan dialog lintas iman di Papua Tengah. FKUB tidak hanya bicara soal agama, tetapi juga menjadi peringatan dini terhadap potensi konflik sosial,” ujar Pdt. Klemens Taran.
Dalam sambutannya, Kakanwil menjelaskan bahwa Kementerian Agama memiliki tugas pokok membantu pemerintah di bidang keagamaan, termasuk dalam penguatan kerukunan. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakerwil ini mencerminkan kesadaran FKUB terhadap kondisi riil masyarakat Papua Tengah.

“Saya mengapresiasi FKUB Papua Tengah yang telah menggagas Rakerwil ini meskipun secara struktural hubungan provinsi dan kabupaten hanya bersifat koordinatif. Ini langkah maju yang patut dicontoh oleh provinsi lainnya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran dari pemerintah daerah terhadap operasional FKUB sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006, serta Peraturan Gubernur Papua Nomor 35 Tahun 2007.

“Pemerintah daerah wajib menganggarkan dana untuk FKUB melalui APBD. Ini bukan permintaan, tapi perintah dalam peraturan gubernur. Tanpa dukungan dana, peran strategis FKUB tidak akan maksimal,” jelas Kakanwil.
Lebih lanjut, Pdt. Klemens Taran mengingatkan agar FKUB menjalankan peran dialog yang aktif dan menghasilkan rekomendasi yang konkret, tidak hanya dalam hal keagamaan, tetapi juga dalam aspek politik, ekonomi, dan pendidikan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Rekomendasi dari FKUB harus diberikan kepada instansi terkait dan terus dikawal. Ini bagian dari misi kita membangun Papua Tengah yang damai, inklusif, dan bermartabat,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa Kementerian Agama RI konsisten memberikan dukungan dana operasional kepada FKUB setiap tahunnya, meskipun dana tersebut bersumber sepenuhnya dari APBN.
“Sejak tahun 2001 hingga hari ini, dukungan operasional terhadap FKUB dari Kemenag tidak pernah terputus. Walau kadang naik turun, itu bentuk konsistensi kami dalam membina kerukunan antarumat beragama,” pungkasnya.
Rakerwil I FKUB Papua Tengah diharapkan menjadi tonggak penting dalam merumuskan program kerja yang kontekstual, aktual, dan berbasis pada realitas sosial masyarakat Papua Tengah.













