NEWS.BUSUR NABIRE.ID – Nabire | Kota Nabire kembali diguncang oleh peristiwa tragis. Seorang penjual minuman tradisional jenis bobo, Inisial SDN (50), ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya sendiri di Gang Kelapa, Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire. Ia menjadi korban pembunuhan brutal oleh dua orang tak dikenal yang datang berpura-pura sebagai pembeli.
Peristiwa pembunuhan keji ini terjadi pada Selasa dini hari, 1 Juli 2025, sekitar pukul 02.00 WIT. Dalam keterangan resminya kepada media, Kasatreskrim Polres Nabire, AKP Bertu Haridyka Eka Anwar, S.T.K., S.I.K., mengungkapkan detail mengerikan dari kasus tersebut.

“Korban ditikam secara membabi buta. Pisau masih tertancap di tubuh bagian kiri bawah. Selain itu, terdapat luka sayat di dada kanan, punggung tangan kiri, dan paha kanan. Ia tewas seketika di tempat kejadian,” terang AKP Bertu.
Keterangan saksi menyebutkan bahwa dua orang pelaku mengendarai sepeda motor datang ke rumah korban dengan maksud membeli bobo. Namun setelah memesan, pelaku diduga tidak memiliki uang untuk membayar. Ketegangan pun terjadi. Pertikaian singkat itu berujung pada aksi kekerasan yang berakhir tragis: pembunuhan sadis terhadap S.
Jenazah korban telah dimakamkan, sementara pihak keluarga sudah melaporkan kejadian ini ke kepolisian dan berharap pelaku segera ditangkap dan diadili seberat-beratnya.
Polres Nabire bergerak cepat. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, visum et repertum di RSUD Siriwini Nabire, serta pengumpulan barang bukti penting termasuk rekaman CCTV, telah dilakukan.
“Kami masih memburu pelaku. Diduga kuat motif pembunuhan adalah kriminal murni, dengan pelaku dalam pengaruh alkohol dan tidak mampu membayar minuman,” tegas AKP Bertu.

Kasatreskrim mengimbau masyarakat, terutama para penjual makanan dan minuman di malam hari, untuk lebih berhati-hati. Situasi yang terlihat biasa bisa saja berubah menjadi mimpi buruk seperti tragedi ini.
“Jika ada pembeli mencurigakan, apalagi yang dalam pengaruh alkohol, segera tolak dan laporkan ke polisi. Hubungi layanan 110 kapan pun dibutuhkan. Kami akan bertindak cepat,” ujarnya.
Kasus ini menjadi pengingat kelam bahwa tindak kriminal bisa menimpa siapa saja, kapan saja, bahkan di tempat yang seharusnya menjadi rumah dan tempat mencari nafkah. Polisi terus bekerja keras demi mengungkap pelaku pembunuhan keji ini.













