UNICEF dan Pemprov Papua Tengah Gelar Lokakarya Pendidikan Berkualitas dan Inklusif untuk Anak Papua Tengah 2025

By BusurNabire.id
Selasa, 10 Juni 2025 07:22 WIB | 591 Views
UNICEF dan Pemprov Papua Tengah Gelar Lokakarya Pendidikan Berkualitas dan Inklusif untuk Anak Papua (Foto: Humas papua tengah)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Dalam rangka implementasi Program Kerjasama Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan UNICEF Tahun 2025, telah dilaksanakan Lokakarya Penyusunan Peta Jalan Pembelajaran Dasar dan PAUD Berkualitas yang Sensitif Gender, Disabilitas, dan Inklusif (GEDSI).

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Selasa,Rabu, 10–11 Juni 2025, bertempat di Aula Mahavira, Jalan Ampera, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Marthen Ukago, yang mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa.

UNICEF dan Pemprov Papua Tengah Gelar Lokakarya Pendidikan Berkualitas dan Inklusif untuk Anak Papua (Foto: Humas papua tengah)

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan oleh Marthen Ukago, ditekankan bahwa pendidikan adalah bagian tak terpisahkan dari visi Papua Tengah Emas, yakni menciptakan masyarakat yang adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, dan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen penuh untuk memberikan akses pendidikan berkualitas yang merata bagi semua anak di Papua Tengah, tanpa terkecuali. No One Left Behind!” ujar Gubernur Meki Nawipa dalam sambutannya.

Gubernur Meki Nawipa juga mengenang kerja sama awal bersama UNICEF sejak dirinya menjabat sebagai Bupati Paniai. Kala itu, ia membuka akses kolaborasi untuk peningkatan mutu pendidikan, termasuk melibatkan Yayasan Serafim dan sekolah-sekolah model.

Pada tahun ini, Pemprov Papua Tengah berencana mengambil alih SMA Meepago sebagai sekolah model unggulan bekerja sama dengan Kemendikbudristek. Dalam arahannya di Musrenbang RKPD Mei lalu, Gubernur menekankan bahwa pertemuan seperti workshop ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kemitraan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Kerja sama dengan UNICEF menunjukkan hasil signifikan. Berdasarkan data, program literasi dan numerasi berhasil menurunkan jumlah siswa yang tidak bisa membaca di kelas 2 dan 3 SD dari hampir 70% pada tahun 2022 menjadi hanya 25% pada 2023.

Baca Juga  Breaking News Nabire: Dua Jenazah Ditemukan Misterius, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Program PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) yang dimodelkan di Paniai pun berhasil menjadi praktik baik yang dipresentasikan dalam Forum PAUD Asia Tenggara 2023. Gubernur berharap praktik ini diperluas ke seluruh wilayah Meepago.

“Kami siap mengalokasikan sumber daya untuk mendukung praktik-praktik baik tidak hanya di pendidikan, tapi juga di bidang kesehatan, gizi, air bersih, sanitasi, dan perlindungan anak,” tambahnya.

Gubernur menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor demi keberhasilan program pendidikan inklusif di Papua Tengah. Ia mengajak semua pihak untuk terus memantau dan mengawal praktik-praktik baik demi menciptakan SDM yang siap pakai di segala bidang.

Sebagai penutup, secara resmi beliau membuka kegiatan ini dengan penuh keyakinan bahwa kerja tulus demi anak-anak Papua akan disertai berkat dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa.

UNICEFPapuaTengah #PAUDInklusif #PendidikanPapua #PapuaTengahBerdaya #LiterasiAnakPapua #GEDSI #PendidikanUntukSemua #NewsBusurnabireID

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026-04-02 at 13.08.35
Polda Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Beserta Staf dan Jajaran mengucapkan Selamat Hari Raya NYE
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup