BeritaBudayaDaerahDuniaEventNasionalSosial

YP2KP UNICEF Bekerjasama Dinas Kesehatan & Dinas Pendidikan Melaksanakan Sosialisasi program BIAS di Nabire

Share

Busurnabire.id_Nabire _Kesehatan Kabupaten Nabire bekerjasama dengan Yayasan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan Papua (YP2KP) melaksanakan kegiatan pertemuan dengan media dalam rangka mendukung pelaksanaan program bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) tahun 2021.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah makan Sarikuring Nabire pada, Kamis (02/9) dan dihadiri Kabid P2P DinKes Nabire dr Sayori, Kasi Imunisasi dan Suvailans DinKes Nabire TriDjoko, Koordinator Pengawas PAUD, SD, SMP Sugeng Prasojo, dan sejumlah media electronik,dan media online. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Pemerintah Jepang dan UNICEF.

Pertemuan dengan media ini dilaksanakan untuk mendapatkan masukan dari media sekaligus meminta dukungan dari media untuk menyukseskan pelaksanaan program BIAS di Kabupeten Nabire.

BIAS adalah Bulan Imunisasi Anak Sekolah yang diadakan 2 kali dalam setahun, dan dilakukan secara serentak di seluruh kota di Indonesia. Program imunisasi BIAS ini dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak usia SD terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus.

Kasi Imunisasi dan Suvailans DinKes Nabire, Tri Djoko saat memaparkan materi mengatakan bulan imunisasi anak sekolah atau BIAS merupakan imunisasi rutin lanjutan dari imunisasi dasar yang bertujuan meningkatkan perlindungan terhadap penyakit Campak, Difteri, dan Tetanus.

Kata Tridjoko, kegiatan BIAS merupakan salah satu kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). BIAS secara operasional dinilai sangat efisien dan efektif oleh karena sasarannya yang sudah terorganisir. Pelaksanaan BIAS dilakukan untuk meningkatkan perlindungan terhadap penyakit Campak, Difteri, dan Tetanus bagi anak-anak SD.

Sementara Koordinator Pengawas PAUD, SD, SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Sugeng Prasojo, menyatakan bahwa Dinas Pendidikan telah mengeluarkan surat edaran kepada semua sekolah di Kabupaten Nabire agar mendukung pelaksanaan BIAS yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan di puskesmas.

Surat edaran ini penting karena saat ini pandemic covid-19 sehingga banyak orang tua yang takut anaknya disuntik karena kurangnya sosialisasi. Padahal BIAS merupakan imunisasi dasar yang sudah dilaksanakan secara rutin setiap tahun untuk kelas 1, 2 dan kelas 5 SD.

Sugeng menjelaskan, kegiatan BIAS diawali dengan sosialisasi dari tenaga kesehatan terhadap orang tua murid kelas 1,2 dan 5. Hal ini penting agar orang tua murid dapat memahami yang diberikan itu adalah imunisasi rutin bukan vaksin covid-19. Saat ini Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire sudah mendapatkan laporan dari beberapa sekolah bahwa pelaksanaan program BIAS sudah berlangsung dengan lancar meski ada berapa sekolah yang masih melakukan penolakan.

Sementara Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire dr. Frans Sayori dalam materinya memaparkan bahwa BIAS merupakan program yang sudah berjalan setiap tahun secara rutin. Namun selama pandemic covid-19, tenaga kesehatan menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah kekahwatiran ortu tidak mau anaknya diimunisasi.

Karena itu butuh kerjasama lintas sector termasuk media untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya progam BIAS guna memberikan perlindungan kepada anak-anak SD. Sosialisasi kepada masyarakat bahwa imunisasi yang diberikan dalam program BIAS berbeda dengan vaksinasi covid-19 harus terus dilakukan agar orang tua mau anaknya diimunisasi.

Sayori berharap media dapat menyampaikan informasi positif tentang imunisasi agar program BIAS dapat berjalan dengan maksimal. Sebab tujuan dari pada imunisasi adalah memberikan kekebalan tubuh kepada anak-anak sehingga mereka tidak mudah terserang penyakit. (redaksi)

Loading

You may not copy the content of this page belonging to news.busurnabire.id