NEWS.BUSURNABIRE.ID –Nabire: Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, memimpin apel pagi di halaman RSUD Nabire, Senin (2/6/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur RSUD Nabire, jajaran manajemen, tenaga kesehatan, serta para pegawai rumah sakit. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan arahannya terkait peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan penataan sistem tata kelola RSUD Nabire.

Dalam pidatonya, Bupati Mesak Magai menyoroti perhatian besar publik terhadap RSUD Nabire dalam beberapa waktu terakhir.
“Akhir-akhir ini, RSUD Nabire mendapatkan atensi cukup signifikan dari berbagai pihak. Ini mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap rumah sakit ini sebagai pusat pelayanan kesehatan rujukan di Kabupaten Nabire dan kawasan sekitarnya,” ujar Bupati.
Sejak ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) berdasarkan Peraturan Bupati Nabire Nomor 2 Tahun 2013, RSUD Nabire telah memperoleh fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dan operasional. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan dan mempercepat respon terhadap kebutuhan medis masyarakat.

Selain itu, RSUD Nabire juga telah ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan melalui Perbup Nomor 34 Tahun 2018, yang memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan SDM kesehatan di wilayah Papua Tengah.
Namun demikian, Bupati Mesak tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang tengah melanda RSUD Nabire, termasuk aksi mogok tenaga kesehatan dan kritik masyarakat terhadap aspek layanan seperti ketersediaan air bersih, obat-obatan, serta adanya kesan perbedaan pelayanan antara pasien BPJS dan pasien umum.
“Sebagai Bupati, saya memandang kritik itu bukan untuk disangkal, tetapi sebagai refleksi untuk kita semua,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Mesak Magai menyampaikan tiga instruksi utama kepada jajaran RSUD Nabire:
- Tidak boleh ada diskriminasi layanan. Setiap pasien berhak atas pelayanan yang adil dan setara, baik pengguna BPJS maupun pasien mandiri.
- Penyelesaian segera masalah air dan obat-obatan. Direktur RSUD diminta bertindak cepat memperbaiki sistem pengadaan agar keluhan masyarakat tidak terulang.
- Evaluasi menyeluruh terhadap pola kerja. Dewan Pengawas BLUD RSUD diminta rutin mengevaluasi budaya kerja dan disiplin untuk menjaga profesionalisme.
Menindaklanjuti rencana supervisi RSUD oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Bupati menyambut baik arahan Gubernur agar dilakukan audit menyeluruh terlebih dahulu.
Dalam rangka ini, Bupati Mesak Magai telah:
- Menugaskan Inspektorat Daerah untuk memulai proses audit tahun 2025.
- Menginstruksikan pelibatan akuntan publik independen dan koordinasi dengan BPK.
- Memerintahkan Direktur RSUD menyiapkan semua data dan dokumen pendukung secara lengkap dan jujur.
Bupati juga mengimbau seluruh pejabat dan pegawai RSUD untuk bersikap kooperatif selama proses audit, serta menjadikan proses tersebut sebagai momentum pembenahan dan penguatan tata kelola RSUD.
“RSUD Nabire harus menjadi rumah sakit yang kuat, bukan karena gedungnya yang megah, tapi karena SDM-nya punya semangat dan hati besar untuk melayani,” tandas Bupati Mesak.

Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan kesehatan di RSUD Nabire atas dedikasi dan pengabdiannya. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga integritas, meningkatkan kedisiplinan, serta menjadikan kritik sebagai bahan bakar perubahan.
“Kalau kita bersatu dalam semangat melayani dan memperbaiki diri, saya percaya RSUD Nabire akan pulih dari krisis dan tumbuh menjadi rumah sakit regional unggulan di Tanah Papua Tengah,” pungkasnya.













