NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Upacara Bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) Tahun 2025 telah dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2025, di Lapangan SMK Negeri 1 Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Kegiatan ini mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bersatu Untuk Semua”, dan dipimpin oleh Burhanuddin Pawennari, Wakil Bupati Kabupaten Nabire, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Upacara dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Nancy Karolin Worabay, Ketua DPRK Nabire, Piter Erari, Sekda Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nabire, serta perwakilan dari Polres Nabire dan Kodim 1705/Nabire. Selain itu, upacara juga dihadiri oleh siswa dan guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Nabire, mulai dari SD hingga SMK, serta staf Dinas Pendidikan.

Upacara dimulai dengan pengibaran Bendera Merah Putih yang diiringi lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan naskah Pancasila, dan Pembukaan UUD 1945.
Dalam amanat yang dibacakan oleh Wakil Bupati Burhanuddin Pawennari, beliau menekankan pentingnya pendidikan sebagai hak asasi setiap warga negara, yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945. Pendidikan harus bebas dari diskriminasi atas dasar agama, suku, bahasa, ekonomi, jenis kelamin, domisili, dan faktor lainnya yang dapat menghalangi akses pendidikan. Beliau juga mengingatkan bahwa pendidikan adalah proses yang tidak hanya membentuk kepribadian dan akhlak mulia, tetapi juga membangun peradaban bangsa.

Amanat Menteri Pendidikan yang dibacakan oleh Wakil Bupati Pawennari menyoroti beberapa poin penting. Beliau mengingatkan bahwa Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk menegaskan bahwa setiap anak bangsa berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu, tanpa adanya diskriminasi. Pendidikan harus menjadi hak asasi yang melekat pada setiap individu, dan pemerintah akan terus berkomitmen dalam memajukan sumber daya manusia sebagai agen perubahan yang dapat mengantarkan Indonesia menuju kemajuan dan kesejahteraan.
Kementerian Pendidikan juga berkomitmen untuk memajukan pendidikan melalui revitalisasi sarana dan prasarana, serta meningkatkan kualitas pembelajaran melalui teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Beliau menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, orang tua, dunia usaha, dan media massa dalam mendukung kualitas pendidikan yang lebih baik. Selain itu, Menteri Pendidikan juga memaparkan kebijakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang meliputi kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, serta bermasyarakat yang akan menjadi bagian dari pendidikan karakter di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengutip komitmen Prabowo Subianto untuk memajukan pendidikan, melalui revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan, serta peningkatan kualitas guru dan pembelajaran digital. Beliau menekankan bahwa guru tidak hanya sebagai fasilitator pembelajaran, tetapi juga sebagai pembimbing dan mentor bagi para siswa dalam meraih impian mereka.

Sebagai bagian dari perayaan, penghargaan diberikan kepada guru dan siswa terbaik di Kabupaten Nabire. Acara diakhiri dengan penampilan tari-tarian oleh siswa SMK Negeri 1 Nabire dan sesi foto bersama, sebagai simbol semangat kebersamaan dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu di Kabupaten Nabire.
HARDIKNAS 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan pendidikan yang lebih baik di Indonesia. Dengan tema yang relevan dan amanat yang kuat, peringatan ini mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan, bahu membahu, dan bergotong-royong dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu bagi generasi masa depan.













