NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Merah Putih (BMP) Republik Indonesia, Ali Kabiay, turut hadir dan menjadi pembicara dalam diskusi publik bertema “Mari Berdiskusi Secara Akademis, Bermartabat, Beretika, dan Bermoral” yang digelar pada Kamis, 1 Mei 2025, di Auditorium RRI Nabire, Jl. Merdeka, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 1 Mei sebagai Hari Kembalinya Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus menjadi momentum refleksi atas kontroversi yang menyertai peringatan Hari Aneksasi Papua.
Dalam wawancara ke awak media,Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Merah Putih (BMP) Republik Indonesia Ali Kabiay menekankan bahwa diskusi publik ini bertujuan memberikan ruang positif bagi generasi muda Papua, khususnya di Papua Tengah, untuk menyalurkan aspirasi dan pendapat mereka secara konstruktif. Ia menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini penting sebagai wadah berpikir kritis, etis, dan bermartabat, dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya.
“Kami memberikan ruang demokrasi yang sehat agar anak-anak muda ini dapat berdiskusi tanpa harus turun ke jalan, namun tetap menjaga ketertiban dan etika dalam menyampaikan pendapat,” ujar Ali Kabiay.

Ia juga berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut dalam momen-momen besar lainnya sebagai sarana edukasi dan partisipasi publik yang membangun. Menurutnya, peran pemuda sangat strategis dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong kemajuan daerah.
Menutup pernyataannya, Sekjen DPP BMP Ali Kabiay mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta mendukung pembangunan daerah. Ia optimistis Papua Tengah memiliki masa depan cerah berkat kekayaan sumber daya alam yang besar dan potensi generasi mudanya. Ia juga menyampaikan harapannya agar masyarakat dan pemimpin daerah dapat bersinergi membangun provinsi ini menuju arah yang lebih maju.
Diskusi ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, pelajar, dan tokoh-tokoh lokal, serta disiarkan secara langsung melalui layanan live streaming agar dapat diakses lebih luas oleh publik.













