NEWS.BUSURNABIRE.ID -Nabire: Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menegaskan komitmen penuh pemerintah provinsi dalam mewujudkan pendidikan gratis dan berkualitas bagi seluruh anak di wilayah Papua Tengah. Hal ini menjadi bagian dari visi besar Gubernur bersama Wakil Gubernur Deinas Geley untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan tanpa diskriminasi.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Nawipa dalam Dialog Terbuka Pendidikan Gratis di Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur, Jalan Merdeka, Nabire, pada awal pekan ini. Acara ini dihadiri oleh perwakilan sekolah negeri dan swasta, tokoh pendidikan, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Nawipa menegaskan bahwa kebijakan pendidikan gratis ini berlaku menyeluruh, mencakup semua jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK), baik yang dikelola oleh pemerintah maupun oleh yayasan swasta.

“Pendidikan gratis bukan sekadar penghapusan biaya. Lebih dari itu, ini adalah komitmen moral untuk menghadirkan keadilan sosial. Setiap anak, siapa pun orang tuanya dan di mana pun ia tinggal, berhak memperoleh pendidikan yang layak,” ujar Gubernur Nawipa dalam pidatonya.
Ia juga menekankan pentingnya akses pendidikan yang setara tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau etnis. Kebijakan ini, menurutnya, menjadi dasar untuk menciptakan generasi Papua Tengah yang unggul dan berdaya saing tinggi.
Lebih lanjut, Gubernur Nawipa menyoroti pendekatan inklusif dalam dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa baik anak-anak Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berhasil melalui pendidikan yang adil dan setara.
“Bagi anak-anak OAP, pendidikan gratis adalah pintu untuk memperkuat identitas dan menciptakan generasi pemimpin masa depan. Bagi non-OAP, ini adalah bentuk penerimaan dan keadilan sosial untuk membangun Papua Tengah yang harmonis,” jelasnya.
Pernyataan ini mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk menghindari diskriminasi dalam sektor pendidikan, serta memastikan bahwa setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang layak dan bermutu.

Menurut Gubernur, Papua Tengah memiliki potensi besar, bukan hanya dari sisi kekayaan alam, tetapi juga dari potensi sumber daya manusia. Untuk itu, pembangunan sektor pendidikan menjadi fokus utama dalam membentuk masa depan daerah yang lebih baik.
“Dengan hati terbuka, niat tulus, dan kerja sama yang kuat, kita bisa menciptakan lompatan besar dalam dunia pendidikan Papua Tengah. Kita ingin Papua Tengah dikenal, bukan hanya karena tambang dan hutan, tapi karena keberhasilan kita membangun manusia yang unggul, cerdas, dan berkarakter,” kata Gubernur Nawipa.
Ia juga mengajak semua pihak—dari pemerintah daerah, institusi pendidikan, tokoh masyarakat, hingga orang tua siswa—untuk bersama-sama mendukung program pendidikan gratis ini, demi kemajuan generasi muda Papua Tengah.

Kebijakan pendidikan gratis yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah ini menjadi tonggak penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Komitmen yang disampaikan langsung oleh Gubernur Meki Nawipa menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mencetak generasi penerus yang siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan akar budaya dan identitas lokal.
Dengan program ini, Papua Tengah melangkah menuju masa depan yang lebih cerah, di mana setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi, belajar, dan meraih cita-cita.
Rapat Kerja BPP Se-Tanah Papua yang ke 1 Diselenggarakan di Papua Tengah













