NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Dalam acara Buka Puasa Bersama TNI, POLRI, dan Forkopimda yang digelar di Mako Polda Papua Tengah, Jl. Pepera, Karang Mulia, Distrik Nabire, pada 18 Maret 2025, Ketua MUI Kabupaten Nabire, KH. Rohimin Abdul Rohman, menyampaikan taushiyah penuh makna tentang pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama, khususnya anak yatim dan fakir miskin.

KH. Rohimin membuka taushiyahnya dengan mengucapkan salam, “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,” dan mengingatkan bahwa semua agama mengajarkan kebaikan, termasuk berbagi kepada sesama.
“Semua agama mengajarkan untuk selalu berbagi. Tidak boleh kita kenyang sementara tetangga kita kelaparan. Ini adalah dosa,” tegasnya.
Beliau mengutip hadis Rasulullah SAW, “Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menolong hamba-Nya selagi hamba itu menolong saudaranya.” Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam untuk senantiasa peduli terhadap orang-orang di sekitar mereka.

KH. Rohimin menjelaskan bahwa puasa mengajarkan umat Muslim untuk merasakan lapar dan haus, sehingga dapat memahami penderitaan orang lain.
“Ketika kita berpuasa, kita merasakan lapar. Inilah hikmah puasa. Kita akan mengerti bagaimana rasanya ketika ada anak yatim yang menangis karena tidak bisa makan atau membeli pakaian menjelang Lebaran,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan kisah inspiratif tentang bagaimana malaikat turun ke bumi ketika melihat anak yatim menangis karena tidak mampu membeli pakaian atau makanan.
“Tuhan bertanya kepada malaikat, ‘Mengapa ada anak yang menangis karena tidak punya bapak atau ibu?’ Ini adalah tanggung jawab kita semua untuk membantu mereka,” tambahnya.
Dalam taushiyahnya, KH. Rohimin mengutip ayat Al-Quran, “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” (QS. Al-Ma’un: 1-3). Ayat ini menjadi pengingat bahwa peduli terhadap anak yatim dan fakir miskin adalah bagian penting dari ajaran Islam.

Beliau juga mengingatkan bahwa ada empat golongan orang yang tidak akan mencium bau surga, salah satunya adalah orang yang pelit. “Orang yang pelit, yang tidak mau berbagi, tidak akan mencium bau surga. Mari kita jauhi sifat ini dan mulai berbagi dengan sesama,” pesannya.
KH. Rohimin mengajak seluruh masyarakat, khususnya umat Islam, untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.
“Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai waktu untuk berbuat baik, terutama kepada anak yatim dan fakir miskin. Dengan begitu, kita akan meraih berkah dan ridha dari Allah SWT,” ujarnya.
Taushiyah KH. Rohimin Abdul Rohman ini ditutup dengan doa agar masyarakat Nabire dan Papua Tengah senantiasa diberikan kekuatan untuk berbuat baik dan menjaga keharmonisan antarumat beragama. Acara Buka Puasa Bersama ini pun berlanjut dengan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin, sebagai wujud nyata kepedulian sosial.
Pantauan Awak media Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan keamanan, termasuk Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Gelei, S.Sos., M.Si., Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., serta Danrem 173/PVB Brigjen TNI Frits Wilem Richard Pelamonia, S.E. Turut hadir pula Kabinda Papua Tengah, unsur DPRPT, Bupati Kabupaten Nabire, para pejabat TNI-POLRI, serta tokoh agama dan adat.













