NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Gubernur Papua Tengah, Meki Frits Nawipa, menyatakan dukungannya terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden. Menyikapi banyaknya penolakan dari anak sekolah di provinsi tersebut, Gubernur menggelar pertemuan dengan para bupati untuk melakukan sosialisasi program ini. Pernyataan resmi disampaikan Gubernur kepada awak media pada Jumat, 7 Maret 2025, di kantor Gubernur.
Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa program MBG adalah inisiatif penting yang harus didukung oleh semua pihak.
“Program Presiden ini akan kita sosialisasikan. Bupati-bupati tadi dipanggil juga untuk melakukan sosialisasi program Presiden,” ujarnya.
Beliau menjelaskan bahwa keberhasilan program ini tergantung pada format penyampaiannya.
“Jadi, orang itu dengan makanan bergizi tergantung formatnya seperti apa. Kalau formatnya dapat diterima oleh masyarakat dan sangat bermanfaat untuk rakyat, kita akan tetap dukung,” jelas Gubernur.
Terkait aksi siswa yang lebih memilih sekolah gratis daripada program MBG, Gubernur menyampaikan bahwa kedua program ini sejalan.
“Program utama kami adalah sekolah gratis, dan ditambah dengan makanan bergizi gratis. Semua akan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Gubernur juga menyinggung target jangka panjang, yaitu Bonus Demografi 2045. “Kita juga mengejar Bonus Demografi 2045, di mana Orang Asli Papua tidak boleh ketinggalan. Semua akan selesai dengan baik jika kita bekerja sama,” tambahnya.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mengungkapkan bahwa Presiden telah memberikan pesan khusus kepada semua kepala daerah.
“Presiden telah memberikan pesan bahwa semua kepala daerah harus bekerja sama. Program ini adalah untuk kebaikan rakyat, dan kita semua harus mendukungnya,” tegasnya.
Gubernur Meki Nawipa menyadari adanya pro-kontra terkait program MBG di masyarakat. Beliau meminta masyarakat tidak terprovokasi dan mencoba merasakan manfaat program ini.
“Masyarakat jangan terprovokasi. Mereka harus merasakan makanan bergizi itu dengan format yang berbeda atau cara lain agar bisa diterima,” ujarnya.
Gubernur juga menegaskan bahwa program ini akan dievaluasi. “Ini adalah program baru, jadi wajar ada pro-kontra. Kita akan evaluasi dan pastikan program ini berjalan sesuai harapan,” jelasnya.
Beliau mengingatkan agar masyarakat tidak melihat program ini dari sudut pandang politik. “Pemerintah hadir untuk semua orang. Ini jelas tertuang dalam Undang-Undang 1945 Pasal 33, bahwa negara menjamin kesejahteraan rakyat,” tegas Gubernur.
Gubernur Meki Nawipa menutup pernyataannya dengan harapan agar program MBG dapat diterima dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kita semua harus bekerja sama untuk memastikan program ini sukses. Ini adalah langkah besar untuk masa depan anak-anak Papua Tengah,” ujarnya.













