NEWS.BUSURNABIRE.ID – NABIRE, PAPUA TENGAH – Sejarah baru dalam perjalanan organisasi sepak bola Papua Tengah kembali tercatat. Deinas Geley, S.Sos., M.Si., resmi terpilih dan dikukuhkan sebagai Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Papua Tengah periode 2026–2030 melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Aula Radio Republik Indonesia (RRI) Nabire, Jumat (6/11/2026).

Kongres tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan organisasi dan masa depan sepak bola di Papua Tengah. Terpilihnya kepemimpinan definitif sekaligus menandai berakhirnya masa transisi organisasi yang sebelumnya berada di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua PSSI Papua Tengah, Vivin Chayani Sungkono.
Deinas Geley dikukuhkan langsung oleh Vivin Chayani Sungkono setelah melalui rangkaian proses organisasi hingga terselenggaranya Kongres Luar Biasa pemilihan Ketua PSSI Papua Tengah periode 2026–2030.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Tengah, pengurus asosiasi PSSI dari delapan kabupaten, perwakilan klub sepak bola, serta sejumlah pemangku kepentingan olahraga di Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Vivin Chayani Sungkono menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan PSSI Papua Tengah menyelenggarakan Kongres Luar Biasa setelah melewati berbagai tahapan penataan dan konsolidasi organisasi.
Menurut Vivin, pelaksanaan kongres bukanlah proses yang singkat. Berbagai tahapan administrasi, koordinasi, dan persiapan harus dilalui untuk memastikan terbentuknya kepemimpinan definitif yang memiliki landasan organisasi yang kuat.
“Puji Tuhan, saya bersyukur akhirnya bisa hadir secara langsung di sini dengan bangga dan bahagia. Pada akhirnya kita bisa melewati banyak tahapan. Walaupun cukup lama menata dari sisi organisasi, akhirnya tiba juga waktunya kita melaksanakan Kongres Luar Biasa untuk mendapatkan ketua yang definitif,” ujar Vivin.

Vivin mengungkapkan bahwa selama menjalankan amanah sebagai pelaksana tugas di sejumlah daerah, PSSI Papua Tengah menjadi salah satu organisasi yang memberikan kesan tersendiri, khususnya dalam hal komunikasi, koordinasi, dan komitmen menjalankan arahan organisasi pusat.
“Salah satu provinsi dengan komunikasi yang paling baik, paling hangat, dan selalu mengikuti arahan dari pusat adalah PSSI Papua Tengah. Saya bangga dengan setiap tahapan dan program yang telah dijalankan,” ungkapnya.
Ia menilai, komunikasi yang terbangun dengan baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran proses penataan organisasi, termasuk penyelenggaraan kompetisi sepak bola di Papua Tengah.
Vivin secara khusus mengapresiasi pelaksanaan Liga 4 dan Piala Soeratin yang dinilainya telah berjalan dengan baik meskipun organisasi masih berada dalam masa transisi kepemimpinan.
“Terutama Liga 4 berjalan dengan baik, kemudian Piala Soeratin juga berjalan baik. Saya berharap setelah ketua definitif dikukuhkan dan dilantik, seluruh proses kompetisi, kegiatan, administrasi, dan organisasi PSSI Papua Tengah dapat berjalan lebih maksimal lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Vivin berharap kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Deinas Geley mampu melanjutkan berbagai program yang telah dirintis sekaligus menghadirkan terobosan dalam pembinaan sepak bola dan futsal.
Menurutnya, Papua Tengah memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat pembinaan dan pengembangan talenta sepak bola di Tanah Papua apabila seluruh unsur organisasi mampu membangun kerja sama yang solid dan berkelanjutan.
“Kita semua harus memiliki ikhtiar dan semangat untuk bersatu membesarkan sepak bola. Papua Tengah harus bisa menjadi salah satu episentrum kebangkitan sepak bola dan futsal di Tanah Papua,” harap Vivin.
Dalam kesempatan tersebut, Vivin juga menyampaikan perkembangan keanggotaan organisasi, termasuk keberadaan sembilan klub anggota PSSI Papua Tengah serta bergabungnya Papua Football Academy (PFA) sebagai anggota yang baru disahkan.
Kehadiran PFA diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem sepak bola, khususnya dalam membuka ruang pembinaan dan pengembangan bakat pesepak bola muda Papua Tengah.
Selain menyoroti perkembangan organisasi dan kompetisi, Vivin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan Kongres Luar Biasa.

Penghargaan tersebut secara khusus disampaikan kepada Ketua Panitia Alfred, Sekretaris Umum Heikal, serta jajaran Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan yang telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya selama proses persiapan kongres.
“Saya tahu tugas ini tidak mudah. Banyak kesulitan yang dihadapi. Namun, Kongres Luar Biasa bisa terselenggara hari ini karena kerja keras, keteguhan, dan kesungguhan dalam menjalankan amanah,” katanya.
Vivin menegaskan bahwa dinamika yang muncul selama proses persiapan merupakan bagian dari perjalanan organisasi. Namun, dengan semangat kebersamaan dan komitmen seluruh pihak, pelaksanaan kongres akhirnya dapat diwujudkan.
Ia berharap semangat persatuan yang telah terbangun tidak berhenti pada pelaksanaan kongres, tetapi terus menjadi fondasi dalam menjalankan roda organisasi PSSI Papua Tengah pada masa mendatang.
Pembukaan Kongres Luar Biasa ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional tifa, yang menjadi simbol dimulainya agenda penting pemilihan kepemimpinan organisasi sepak bola Papua Tengah.
Dengan terpilihnya Deinas Geley sebagai Ketua PSSI Papua Tengah periode 2026–2030, organisasi sepak bola provinsi tersebut kini memasuki babak baru dalam memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas kompetisi, serta membangun sistem pembinaan atlet yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu mempererat sinergi antara PSSI, asosiasi kabupaten, klub sepak bola, pemerintah daerah, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi dari delapan kabupaten di Papua Tengah.
Kongres Luar Biasa tersebut sekaligus menjadi titik awal untuk mewujudkan harapan besar menjadikan Papua Tengah sebagai salah satu episentrum kebangkitan sepak bola dan futsal di Tanah Papua, sebagaimana disampaikan Vivin Chayani Sungkono.
Melalui kepengurusan definitif periode 2026–2030, PSSI Papua Tengah diharapkan mampu menghadirkan langkah nyata dalam mengembangkan potensi sepak bola daerah serta membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk berprestasi di tingkat regional maupun nasional.













