>

Sabuk Nusantara 114 ,Akses Laut Jita Terhambat Pendangkalan, John Gobai Desak Pengerukan Muara Pulau Tiga

By BusurNabire.id
Jumat, 30 Oktober 2026 11:59 WIB | 6 Views
Akses Laut Jita Terhambat Pendangkalan, John Gobai Desak Pengerukan Muara Pulau Tiga

NEWS.BUSURNABIRE.ID – MIMIKA, PAPUA TENGAH – Pendangkalan alur pelayaran di kawasan Muara Pulau Tiga, Kabupaten Mimika, menjadi hambatan bagi operasional kapal perintis KM Sabuk Nusantara (Sanus) 114 menuju Dermaga Sipu-Sipu, Distrik Jita. Kondisi tersebut mendorong Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, meminta pemerintah bersama PT Freeport Indonesia segera mengambil langkah konkret melalui pengerukan sejumlah titik pendangkalan.

Keberadaan KM Sabuk Nusantara 114 selama ini menjadi sarana transportasi laut yang sangat penting bagi masyarakat Distrik Mimika Timur Jauh, Jita, dan Agimuga. Kapal tersebut membantu mobilitas masyarakat dari kampung menuju Kota Timika maupun sebaliknya, sekaligus membuka akses transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat pesisir.

Namun, pelayanan kapal perintis tersebut menghadapi kendala serius akibat pendangkalan di sejumlah titik perairan pesisir timur Mimika. Kondisi ini tidak hanya menghambat pelayaran kapal berukuran besar, tetapi juga menyulitkan aktivitas transportasi masyarakat yang menggunakan perahu dan speedboat.

Bahkan, dalam kondisi tertentu, motoris bersama penumpang harus turun dan mendorong perahu ketika kandas di kawasan perairan dangkal.

John NR Gobai mengungkapkan, persoalan pendangkalan alur pelayaran di wilayah pesisir Mimika sebenarnya telah lama menjadi perhatian dan diperjuangkannya, termasuk ketika masih menjabat sebagai anggota DPR Papua.

Upaya tersebut dilakukan dengan memperjuangkan ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia agar kapal perintis dapat menjangkau Dermaga Sipu-Sipu di Distrik Jita.

Akses Laut Jita Terhambat Pendangkalan, John Gobai Desak Pengerukan Muara Pulau Tiga

Perjuangan itu kemudian membuahkan hasil dengan hadirnya KM Sabuk Nusantara 114 yang melayani rute dari Pelabuhan Pomako, Timika, menuju Sipu-Sipu, Agats, hingga Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Kehadiran kapal tersebut sempat disambut penuh sukacita oleh masyarakat Distrik Jita. Bahkan, masyarakat menggelar prosesi adat sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan syukur ketika kapal pertama kali tiba di Dermaga Sipu-Sipu.

Baca Juga  IPDA Yusup Ledeng Pimpin 15 Personel, Hujan Tak Goyahkan Pengamanan KM Gunung Dempo

Sayangnya, pelayanan tersebut belum dapat berjalan optimal karena kapal menghadapi kendala pendangkalan sebelum mencapai dermaga tujuan.

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap jalur pelayaran KM Sabuk Nusantara 114, Gobai menyebutkan terdapat sedikitnya tiga titik pendangkalan di sekitar Pulau Tiga menuju Sungai Muras Besar dan Sungai Agimuga.

Panjang kawasan yang mengalami pendangkalan diperkirakan mencapai sekitar 20 mil laut. Karena itu, pengerukan dinilai perlu segera dilakukan agar tersedia alur pelayaran dengan kedalaman yang memadai bagi kapal perintis.

Gobai juga meminta PT Freeport Indonesia turut berkontribusi dalam penyelesaian persoalan pendangkalan tersebut.

Menurutnya, persoalan sedimentasi di kawasan pesisir Mimika tidak dapat dilepaskan dari dampak aktivitas pertambangan, termasuk material tailing yang diduga berkontribusi terhadap proses pendangkalan di wilayah tersebut.

“Freeport tidak bisa mengatakan bahwa persoalan ini bukan wilayah kerjanya. Harus disadari bahwa aktivitas tailing Freeport turut menjadi persoalan yang perlu diperhatikan dalam penanganan pendangkalan di sana,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah dan perusahaan dapat duduk bersama untuk mencari solusi, sehingga persoalan yang selama ini menghambat akses transportasi masyarakat pesisir dapat segera ditangani.

Kendala pendangkalan tersebut juga menjadi perhatian serius awak kapal KM Sabuk Nusantara 114.

Dalam pesan yang disampaikan kepada Gobai, nahkoda kapal mengungkapkan bahwa seluruh awak sebenarnya memiliki antusiasme untuk terus melayani masyarakat Distrik Jita. Namun, kondisi alur pelayaran yang belum aman membuat pihak kapal harus mempertimbangkan keselamatan penumpang dan awak kapal.

“Kami kru Sanus 114 sangat antusias untuk menjadi bagian yang melayani masyarakat Distrik Jita. Namun, menyangkut keselamatan yang tidak bisa dihindari, kami meminta pemerintah untuk melakukan perbaikan muara, kedalaman, serta pemasangan rambu-rambu agar kapal dapat masuk dengan aman dan lancar,” demikian pesan nahkoda tersebut.

Baca Juga  Dorong Ekonomi Papua Tengah, Musa Kobogau Terima Bantuan 4 Bibit Babi Produktif

Nahkoda juga berharap masyarakat memahami keputusan awak kapal untuk mengutamakan keselamatan selama belum ada perbaikan terhadap kondisi muara dan alur pelayaran.

Sebagai tindak lanjut, John NR Gobai menyampaikan bahwa pihaknya telah bertemu dengan Direktur Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI.

Pertemuan tersebut bertujuan mendorong fasilitasi dan mediasi pertemuan bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika, serta PT Freeport Indonesia.

Agenda utama yang diharapkan dibahas adalah penanganan pendangkalan melalui pengerukan di sejumlah titik kritis, termasuk kawasan Muara Pulau Tiga, jalur menuju Sungai Muras Besar, dan Sungai Agimuga.

Gobai berharap seluruh pihak terkait dapat segera mengambil langkah nyata, bukan hanya membahas persoalan, tetapi juga memastikan tersedianya alur pelayaran yang aman bagi kapal perintis.

Menurutnya, pengerukan tidak harus langsung dilakukan terhadap seluruh kawasan perairan, tetapi setidaknya perlu dibuka alur pelayaran dengan kedalaman yang cukup agar KM Sabuk Nusantara 114 dapat kembali menjangkau Dermaga Sipu-Sipu dan melayani masyarakat Distrik Jita.

“Jika pengerukan sudah dilakukan, tentu akan mempermudah pelayaran kapal perintis. Minimal tersedia alur masuk kapal dengan kedalaman yang cukup sehingga pelayanan transportasi laut bagi masyarakat Jita dapat kembali berjalan,” ungkap Gobai.

Ia menegaskan, akses transportasi laut merupakan kebutuhan mendasar masyarakat pesisir. Karena itu, penyelesaian persoalan pendangkalan di wilayah Mimika harus menjadi perhatian bersama pemerintah, Kementerian Perhubungan, dan PT Freeport Indonesia.

Akses laut yang aman bukan sekadar kebutuhan pelayaran, melainkan juga menjadi urat nadi kehidupan dan penghubung masyarakat pesisir Mimika dengan pusat pelayanan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan.

Berita Terkait

🇮🇩 **DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81** 🇮🇩 **17 Agustus 2026** Dengan semangat **“Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”**, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai semangat bersama dalam memperkuat persatuan, membangun daerah, dan mewujudkan Papua Tengah yang semakin maju. Gubernur Papua Tengah **Meki Nawipa, S.H.** bersama Wakil Gubernur Papua Tengah **Deinas Geley, S.Sos., M.Si.** menyampaikan ucapan **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81**. 🇮🇩 **Bersatu dalam keberagaman, bergerak bersama untuk Papua Tengah yang maju dan Indonesia yang semakin kuat.** **Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.** **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! 🇮🇩** #HUTRI81 #DirgahayuRI #IndonesiaMerdeka #PapuaTengah #MekiNawipa #DeinasGeley #IndonesiaBerdaulat #IndonesiaMaju
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup