NEWS.BUSURNABIRE.ID – DEIYAI, PAPUA TENGAH – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan penyuluhan tentang bahaya pergaulan bebas bagi remaja dan pelajar di Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Aweidabi, Kabupaten Deiyai, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TP PKK Provinsi Papua Tengah terhadap masa depan generasi muda, khususnya para pelajar, agar memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, serta menghindari berbagai perilaku berisiko yang dapat menghambat pendidikan dan masa depan mereka.
Ketua TP PKK Provinsi Papua Tengah, Ny. Nurhaidah Nawipa, S.E., melalui Ketua Kelompok Kerja (Pokja) I, Maria Pekei, S.Sos., menyampaikan bahwa penyuluhan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para pelajar mengenai bahaya pergaulan bebas, dampak negatif yang dapat ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak usia remaja.

Menurut Maria Pekei, masa remaja merupakan tahapan penting dalam proses pembentukan karakter dan kepribadian seseorang. Oleh karena itu, para pelajar perlu mendapatkan pendampingan dan edukasi yang tepat agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan pergaulan yang dapat merugikan masa depan mereka.
“Tujuan dari penyuluhan ini adalah agar anak-anak kita, khususnya para remaja dan pelajar, dapat mengetahui serta memahami bahaya pergaulan bebas, bagaimana cara mencegahnya, dan bagaimana menghindari perilaku yang dapat merusak masa depan mereka,” ujar Maria Pekei.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi kalangan remaja saat ini, di antaranya pernikahan usia dini, putus sekolah, serta berbagai dampak negatif lain akibat pergaulan yang tidak sehat.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, baik pemerintah, pihak sekolah, orang tua maupun masyarakat, agar generasi muda mendapatkan perlindungan, pembinaan, dan arahan yang baik dalam menjalani masa pertumbuhan mereka.
“Kita melihat situasi saat ini, banyak anak remaja yang terpengaruh oleh pergaulan bebas sehingga akhirnya menikah pada usia dini, putus sekolah, bahkan kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita. Karena itu, melalui penyuluhan ini, kami ingin memberikan pemahaman agar anak-anak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk dilakukan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Maria Pekei menekankan bahwa setiap pelajar memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta mewujudkan impian mereka di masa depan.
Untuk itu, ia berharap para siswa tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun tekanan dari lingkungan pergaulan yang dapat membawa mereka pada keputusan yang merugikan diri sendiri.
“Kami ingin anak-anak Papua Tengah menjadi generasi yang cerdas, memiliki karakter yang baik, mampu menjaga diri, serta berani mengatakan tidak terhadap pergaulan yang dapat merusak masa depan. Yang paling penting, mereka harus tetap fokus belajar agar cita-cita yang mereka impikan dapat tercapai,” pesannya.

Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda, TP PKK Provinsi Papua Tengah juga ingin menanamkan semangat kepada generasi muda agar memahami bahwa masa depan daerah berada di tangan anak-anak muda yang memiliki pendidikan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter yang kuat.
Semangat persatuan dan perjuangan para pemuda yang menjadi dasar lahirnya Sumpah Pemuda diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelajar SMAK Aweidabi untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus pembangunan di Provinsi Papua Tengah.
Penyuluhan tersebut diharapkan tidak hanya menambah wawasan para siswa mengenai risiko pergaulan bebas, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga masa depan melalui pendidikan dan pergaulan yang positif.

TP PKK Provinsi Papua Tengah berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para pelajar, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi muda Papua yang berprestasi, berakhlak baik, bertanggung jawab, serta mampu meraih cita-cita demi masa depan diri sendiri, keluarga, dan daerah.
Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga dan membina generasi muda merupakan tanggung jawab bersama demi mewujudkan Papua Tengah yang lebih maju dan sejahtera.













