NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire Papua Tengah | Suasana dini hari di sebuah tempat karaoke kawasan Jalan Poros Samabusa, Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, berubah mencekam setelah seorang perempuan berinisial Suriyanti (28) diduga menjadi korban penganiayaan berat oleh seorang pria berinisial Kismo (50), Jumat (23/10/2026).

Peristiwa yang terjadi di Barak Fajar Merantau tersebut berakhir tragis. Suriyanti ditemukan mengalami sejumlah luka akibat benda tajam, sementara Kismo, pria yang diduga melakukan penyerangan, ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasus ini kini dalam penanganan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nabire. Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR, melalui Kasat Reskrim IPTU Bogi Trastanto Tunya, S.H., menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan untuk mengungkap peristiwa tersebut.
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun kepolisian, Suriyanti dan Kismo telah saling mengenal dan menjalin kedekatan selama kurang lebih tiga bulan sebelum kejadian.
Dalam kurun waktu tersebut, K disebut beberapa kali mendatangi tempat S bekerja, termasuk mengantarkan makanan dan minuman.
Pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 22.30 WIT, K kembali mendatangi Barak Fajar Merantau dengan maksud menemui Suriyanti. Namun, karena Suriyanti masih melayani tamu lain, Kismo menunggu hingga keduanya dapat bertemu.
Setelah bertemu, keduanya kemudian menghabiskan waktu di ruang karaoke bersama sejumlah rekan lainnya.

Menurut keterangan yang diperoleh penyidik, aktivitas karaoke berlangsung hingga memasuki Jumat dini hari. Setelah kegiatan tersebut selesai, Suriyanti dan Kismo menuju sebuah kamar untuk beristirahat.
Namun, pertemuan yang semula berlangsung seperti biasa itu diduga berujung pada tindakan kekerasan.
Dalam keterangannya kepada kepolisian, Suriyanti mengungkapkan bahwa dirinya mengalami serangan menggunakan benda tajam ketika sedang beristirahat di dalam kamar.
Menurut pengakuan korban, Kismo diduga melukai bagian lehernya menggunakan pisau cutter.
Menghadapi situasi tersebut, Suriyanti mengaku sempat berpura-pura tidak bernyawa untuk menghindari serangan lanjutan.
Saat itulah, menurut penuturan Suriyanti, dirinya melihat Kismo menggunakan benda tajam tersebut untuk melukai lehernya sendiri.
Meski telah mengalami luka, Suriyanti disebut masih berusaha menyelamatkan diri. Ketika Kismo kembali melakukan serangan yang mengenai bagian tangannya, korban melakukan perlawanan dengan menahan tangan pria tersebut.
Dalam kondisi terluka, Suriyanti berupaya meminta pertolongan dengan memukul dinding kamar agar orang-orang di sekitarnya mengetahui keadaan yang sedang dialaminya.
Upaya tersebut akhirnya mendapat respons dari penghuni barak lainnya.
Dua perempuan yang menjadi saksi dalam kejadian ini, masing-masing berinisial M dan I, memberikan keterangan kepada kepolisian mengenai situasi sebelum korban ditemukan.
Keduanya menerangkan bahwa pada dini hari mereka masih berada di kawasan tempat karaoke. Setelah kegiatan karaoke berakhir sekitar pukul 02.00 WIT, mereka mengetahui S dan K masuk ke salah satu kamar.
Sekitar pukul 05.30 WIT, suasana berubah ketika terdengar teriakan meminta pertolongan dari arah kamar yang ditempati Suriyanti.
Mendengar suara tersebut, M dan I bersama beberapa orang lainnya bergegas menuju sumber teriakan.
Mereka kemudian mendobrak pintu kamar untuk memberikan pertolongan.
Saat pintu berhasil dibuka, kedua orang yang berada di dalam kamar ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Suriyanti mengalami luka-luka, sementara Kismo tergeletak di lantai.
Melihat keadaan tersebut, para saksi bersama penghuni barak lainnya segera membawa S menggunakan kendaraan milik pengelola tempat usaha menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire agar mendapatkan pertolongan medis.
Adapun K ditemukan sudah tidak bernyawa di lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan awal kepolisian, S mengalami sejumlah luka pada tubuhnya, meliputi luka sayatan di leher sebelah kanan, luka pada lengan kanan, luka robek di tangan kiri, serta memar pada bagian hidung.
Sementara itu, pada tubuh Kismo ditemukan luka sayatan di leher sebelah kanan.
Menerima informasi mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 07.00 WIT, Satreskrim Polres Nabire langsung mengerahkan personel untuk melakukan penanganan.

Tim yang dipimpin Kasat Reskrim IPTU Bogi Trastanto Tunya, S.H., didampingi Kanit Opsnal AIPDA Herianto Nurdin, S.E., membagi personel menjadi dua kelompok.
Satu tim bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sedangkan tim lainnya menuju rumah sakit guna memastikan kondisi korban perempuan sekaligus mengumpulkan keterangan awal.
Sekitar pukul 07.30 WIT, petugas mulai melaksanakan pemeriksaan di lokasi, mengumpulkan bahan keterangan, serta memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV.
Dari tempat kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Barang bukti itu antara lain sebilah badik sepanjang sekitar 34 sentimeter, sebuah pisau cutter berwarna oranye, dua unit telepon genggam, helm, pakaian, perlengkapan kamar, serta sejumlah barang pribadi lainnya.
Seluruh barang yang diamankan menjadi bagian dari pemeriksaan untuk membantu penyidik merekonstruksi rangkaian kejadian.
Fakta lain yang menjadi perhatian dalam laporan kepolisian adalah riwayat hukum K.
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam laporan awal, Kismo disebut pernah menjalani hukuman dalam perkara mutilasi terhadap istrinya yang terjadi pada 2017.
Dalam perkara tersebut, Kismo dilaporkan pernah dijatuhi vonis 20 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Nabire dan disebut baru bebas dari Lapas Kelas IIB Nabire.
Meski demikian, riwayat hukum tersebut tidak serta-merta dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan motif peristiwa terbaru yang menimpa Suriyanti
Penyidik masih perlu memastikan seluruh fakta, termasuk latar belakang hubungan keduanya dan situasi yang terjadi sesaat sebelum penyerangan.
Dari hasil pengumpulan keterangan sementara, kepolisian menduga Kismo terlebih dahulu melakukan penganiayaan berat terhadap Suriyanti menggunakan pisau cutter.
Setelah melukai korban perempuan, Kismo diduga melakukan tindakan yang menyebabkan luka fatal pada dirinya sendiri hingga ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Namun, kesimpulan awal tersebut masih memerlukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, temuan di TKP, serta hasil pemeriksaan medis dan forensik.
Hingga laporan awal disusun, motif di balik dugaan penganiayaan berat tersebut belum diketahui secara pasti.
Satreskrim Polres Nabire masih menelusuri rangkaian peristiwa guna mendapatkan gambaran yang utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam kamar Barak Fajar Merantau pada Jumat dini hari itu.
Peristiwa ini menyisakan pertanyaan mengenai penyebab tindakan kekerasan tersebut. Di tengah proses penyelidikan, perhatian utama tertuju pada pemulihan korban perempuan yang berhasil diselamatkan serta upaya kepolisian memastikan seluruh fakta kejadian secara objektif.













