Edukasi Humanis Polisi Jadi Kunci, Fatalitas Kecelakaan Turun Drastis di Papua Tengah

By BusurNabire.id
Kamis, 26 Maret 2026 10:48 WIB | 56 Views
Direktur Lalu Lintas Polda Papua Tengah, S. Kunto Hartono (Foto: Istimewa)

NEWS.BUSURNABIRE.ID –Nabire : Papua Tengah |  Strategi edukasi yang dilakukan secara masif dan humanis oleh jajaran kepolisian terbukti menjadi faktor utama di balik turunnya angka fatalitas kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Noken 2026 di wilayah Papua Tengah.

Direktur Lalu Lintas Polda Papua Tengah, S. Kunto Hartono, menegaskan bahwa pendekatan preventif melalui edukasi kepada masyarakat memberikan dampak signifikan terhadap keselamatan pengguna jalan.

Direktur Lalu Lintas Polda Papua Tengah, S. Kunto Hartono (Foto: Istimewa)

Operasi yang berlangsung sejak 13 hingga 25 Maret 2026 tersebut mencatat adanya peningkatan jumlah kejadian kecelakaan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi, terjadi kenaikan tiga kasus atau sekitar 14,29 persen dibandingkan pelaksanaan Operasi Ketupat Noken 2025.

“Secara jumlah kejadian memang ada peningkatan, namun yang menjadi perhatian utama adalah dampak fatalitasnya justru menurun tajam,” ungkap Kunto saat ditemui di ruang kerjanya di Nabire, Kamis (26/3/2026).

Data menunjukkan, angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun drastis dari tujuh orang pada tahun 2025 menjadi dua orang di tahun 2026. Penurunan ini setara dengan sekitar 71 persen, sebuah capaian yang dinilai sangat signifikan dalam upaya menekan risiko kecelakaan fatal.

Menurut Kunto, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi yang lebih mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Aparat tidak hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga aktif memberikan sosialisasi dan edukasi keselamatan berlalu lintas.

“Kami fokus pada langkah preventif dan edukatif. Kesadaran masyarakat meningkat, dan itu berdampak langsung pada berkurangnya korban jiwa,” jelasnya.

Selain itu, selama operasi berlangsung, tidak ditemukan adanya pelanggaran lalu lintas yang menonjol. Kondisi ini disebut sebagai hasil dari intensitas imbauan serta pendekatan dialogis yang dilakukan petugas di lapangan.

Di sisi lain, dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menunjukkan adanya peningkatan kasus. Tercatat sebanyak 88 kasus tambahan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kasus penganiayaan menjadi yang paling dominan, mengalami kenaikan sebanyak 15 kasus.

Baca Juga  Pemprov Papua Tengah Susun RPPLH 2026–2056, Fondasi Strategis Lindungi Lingkungan Berkelanjutan

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan bahwa situasi umum di delapan kabupaten dalam wilayah hukum Papua Tengah tetap aman dan terkendali.

“Tidak ada gangguan yang menonjol. Secara keseluruhan situasi tetap kondusif selama operasi berlangsung,” tegas Kunto.

Terkait arus mudik, mobilitas masyarakat di Papua Tengah didominasi oleh transportasi udara dan laut. Pergerakan penumpang terpantau stabil tanpa adanya lonjakan signifikan, baik dari sisi jumlah pengguna jasa maupun penambahan armada.

Pantauan dari pos pelayanan terpadu di bandara dan pelabuhan menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat cenderung bersifat antarprovinsi dengan volume yang relatif normal.

Secara keseluruhan, pelaksanaan Operasi Ketupat Noken 2026 di wilayah Papua Tengah dinilai berjalan aman, lancar, dan terkendali. Meski terdapat sejumlah peningkatan pada beberapa indikator, hasil ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi kepolisian untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengamanan di masa mendatang.

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026-04-02 at 13.08.35
Polda Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Beserta Staf dan Jajaran mengucapkan Selamat Hari Raya NYE
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup