NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Upaya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Nabire. Koordinator wilayah, Marsel Asyerem, menegaskan bahwa transparansi menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program tersebut.
Salah satu langkah konkret yang segera diterapkan adalah membuka akses kunjungan langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Melalui program ini, berbagai elemen seperti guru, komite sekolah, hingga siswa diberikan kesempatan melihat secara langsung proses pengolahan makanan sebelum disajikan.

Menurut Marsel, kebijakan ini bertujuan untuk menjawab berbagai kekhawatiran masyarakat, khususnya orang tua siswa, terkait kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak di sekolah.
“Dengan melihat langsung prosesnya, masyarakat bisa mengetahui standar kebersihan, kualitas bahan, hingga cara pengolahan makanan. Ini penting untuk membangun kepercayaan publik,” ujarnya.
Program kunjungan dapur tersebut sebenarnya sudah menjadi bagian dari perencanaan awal MBG. Namun, pelaksanaannya di lapangan dinilai belum maksimal. Oleh karena itu, BGN Nabire akan mulai menjadwalkan kegiatan ini secara rutin, baik mingguan maupun bulanan, agar pengawasan berjalan lebih efektif.
Tidak hanya sebatas kunjungan, BGN juga mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam sistem pengawasan bersama. Langkah ini dinilai penting guna memastikan program berjalan secara terbuka, akuntabel, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Dalam tahap awal, pelaksanaan kunjungan akan dimulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), kemudian berlanjut ke Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Marsel optimistis, pendekatan terbuka ini mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat citra positif program MBG sebagai salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekolah di Nabire.
Di sisi lain, BGN juga mengakui masih adanya sejumlah kendala yang sempat terjadi, terutama pada proses distribusi makanan ke sekolah. Keterlambatan dan kondisi makanan saat tiba di lokasi menjadi perhatian serius untuk segera diperbaiki.
“Evaluasi terbesar ada di distribusi. Ke depan, sistem pengantaran akan diperbaiki agar makanan bisa diterima tepat waktu dan tetap dalam kondisi layak konsumsi,” jelasnya.
Dengan berbagai langkah pembenahan tersebut, BGN Nabire menargetkan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih optimal, transparan, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan dan gizi siswa di daerah.













