NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire .Papua Tengah | Pemerintah Pusat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemenuhan hunian layak bagi masyarakat, termasuk tokoh adat di Papua Tengah. Bantuan renovasi rumah diberikan kepada Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire, Karel Misiro, yang berlokasi di Jalan CH. Martatihahu, Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire.

Kegiatan penyampaian ucapan terima kasih atas bantuan tersebut berlangsung pada Jumat, 19 Desember 2025, sekitar pukul 12.10 hingga 13.10 WIT. Bantuan yang diberikan berupa pembangunan kamar (skap kamar) serta tangga rumah sebagai bagian dari penyelesaian lantai dua rumah tinggal penerima manfaat.
Program renovasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Pusat dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat agar lebih layak, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung kesejahteraan keluarga penerima bantuan.
Dalam keterangannya, Karel Misiro menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Pusat atas perhatian nyata yang telah diberikan kepada dirinya dan keluarga.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan renovasi ini. Pembangunan lantai dua dan tangga rumah sangat membantu meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak,” ujar Karel Misiro.
Ia menjelaskan, dengan rampungnya pembangunan kamar-kamar tambahan, keluarga kini memiliki ruang istirahat yang lebih memadai. Kondisi tersebut dinilai membawa dampak positif, tidak hanya secara fisik, tetapi juga dari sisi psikologis dan sosial, karena aktivitas keluarga dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan produktif.
Sebagai Ketua LMA Kabupaten Nabire, Karel Misiro juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan merespons berbagai program pemerintah, baik yang sedang berjalan maupun yang akan dilaksanakan di masa mendatang.
“Kami siap bersinergi dan mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat adat di Kabupaten Nabire,” tegasnya.

Ia berharap bantuan renovasi rumah ini dapat menjadi contoh konkret kolaborasi yang harmonis antara Pemerintah Pusat, lembaga adat, dan masyarakat. Dengan komunikasi dan sinergi yang berkelanjutan, setiap kebijakan pembangunan diharapkan dapat berjalan secara adil, merata, dan selaras dengan nilai sosial budaya masyarakat adat.
Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada infrastruktur besar, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, termasuk tokoh-tokoh adat yang memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sosial di Papua Tengah.













