Tonggak Sejarah Baru Abdul Rahim Nahkodai ICMI Papua Tengah periode 2025-2030

By BusurNabire.id
Sabtu, 8 November 2025 10:44 WIB | 195 Views
Tonggak Sejarah Baru Abdul Rahim Nahkodai ICMI Papua Tengah periode 2025-2030 (Foto: Busur Nabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Papua Tengah resmi dilantik pada Sabtu, 8 November 2025, bertempat di Aula RRI Nabire.

Pelantikan ini menandai babak baru bagi gerakan intelektual Muslim di Tanah Papua, khususnya di wilayah otonomi baru Provinsi Papua Tengah, dengan semangat menghadirkan kontribusi nyata dalam pembangunan moral, intelektual, dan sosial kemasyarakatan.

Kegiatan pelantikan mengusung tema besar “Menghadirkan Peran ICMI dalam Meneguhkan Komitmen Kebangsaan Menuju Papua Tengah Bermartabat.”.yang dipandu oleh MC, Hj.Satriani Ali, S.Pd.I diawali lanturan Ayat suci Alquran Rudi Letsoin

Pelantikan pengurus ICMI Papua Tengah masa bakti 2025–2030 dilakukan langsung oleh Bendahara Umum ICMI Pusat, Andi Irman Patiroi, S.E., M.M., yang hadir mewakili Ketua Umum ICMI Pusat, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si.

Surat Keputusan ICMI Nomor 015/SKO-P/ICMI/09/2025 tentang pengesahan struktur kepengurusan dibacakan oleh Ardi, S.T., dan dilanjutkan dengan prosesi pelantikan serta penyerahan bendera organisasi kepada Ketua ICMI Papua Tengah, Dr. Abdul Rahim, S.Sy., S.Ag., M.H.

Acara pelantikan turut dihadiri Staf Ahli II Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Herman Karyame, yang hadir mewakili Gubernur Papua Tengah, Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari, Ketua MUI Papua Tengah, Ketua FKUB, Ketua DMI, Ketua LPTQ, serta jajaran organisasi Islam dan tokoh masyarakat lintas profesi.

Kehadiran para tokoh lintas organisasi ini mencerminkan bahwa ICMI adalah rumah besar umat Islam, tempat berhimpunnya cendekiawan Muslim dari berbagai latar belakang dan ormas.

Dalam sambutan mewakili Ketua Umum ICMI Pusat Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., Bendahara Umum Andi Irman Patiroi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus ICMI Papua Tengah yang baru dilantik.

“Selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Semoga amanah yang diberikan pada sore hari ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Andi Irman mengawali sambutannya.

Baca Juga  Sosialisasi Sekolah Kedinasan di Puncak, Papua Tengah Siapkan Generasi Unggul
Sambutan mewakili Ketua Umum ICMI Pusat Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., Bendahara Umum Andi Irman Patiroi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus ICMI Papua Tengah yang baru dilantik. (Foto: Busur Nabire)

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua Tengah yang diwakili oleh Staf Ahli II, Bapak Herman Karyame, serta kepada Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari, dan seluruh tokoh ormas Islam, Dewan Pakar, Dewan Penasehat, serta para undangan yang hadir.

“Kami juga mohon maaf karena sejatinya Ketum ICMI Pusat, Prof. Arif Satria, berencana hadir langsung. Namun beliau berhalangan karena agenda penting di tempat lain. Sebagai Bendahara Umum, saya diberi amanah untuk mewakili beliau di sini,” ungkapnya.

Dalam orasi kebangsaannya, Andi Irman mengupas makna mendalam tentang hakikat cendekiawan dan esensi ber-ICMI sebagaimana dipesankan oleh pendiri ICMI, almarhum B.J. Habibie.

“Kalau kita bertanya, apa makna ber-ICMI itu? Maka kita harus pahami terlebih dahulu apa arti menjadi cendekiawan. Cendekiawan itu bukan sekadar orang yang bergelar akademik tinggi, tetapi orang yang berpikir dan berkontribusi menyelesaikan persoalan bangsa,” jelasnya.

Mengutip pesan B.J. Habibie, ia menegaskan bahwa cendekiawan sejati adalah mereka yang berpikir, bertindak nyata, dan menghadirkan perubahan.

“Kita banyak memiliki orang pintar, tetapi belum tentu semua berkontribusi. Cendekiawan sejati tidak berpikir untuk dirinya sendiri, melainkan untuk kepentingan bangsa dan kemanusiaan,” lanjutnya disambut tepuk tangan hadirin.

Andi Irman juga menguraikan filosofi ICMI yang berdiri di atas tiga pilar utama: keislaman, keindonesiaan, dan keilmuan. Ketiga prinsip ini menjadi panduan moral dan intelektual bagi seluruh pengurus dan anggota ICMI di seluruh Indonesia.

“ICMI berpikir dengan cara Islam yang rahmatan lil alamin, bertindak dengan cara keindonesiaan, dan selalu berlandaskan ilmu pengetahuan. Di situlah letak kekuatan kita memadukan IMTAQ dan IPTEK,” tegasnya.

Ia mengingatkan, ilmu pengetahuan tanpa iman dan takwa akan kosong, sementara keislaman tanpa ilmu pengetahuan akan kehilangan makna.

“Karena itu, IMTAQ dan IPTEK harus berjalan beriringan. Dua hal ini yang menjadi ruh perjuangan ICMI sejak didirikan oleh Bapak Habibie,” tandasnya.

Baca Juga  Humanis & Tegas! Satgas Damai Cartenz 2026 Amankan Kenyam Nduga

Dalam sambutannya, Andi Irman menegaskan bahwa ICMI adalah wadah pemersatu, bukan organisasi eksklusif. Di dalam ICMI, berbagai unsur umat Islam dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), hingga berbagai partai politik dan ormas Islam lainnya, bersatu untuk membangun bangsa melalui pemikiran dan karya.

“ICMI adalah rumah besar umat Islam. Di dalamnya ada NU, ada Muhammadiyah, ada Golkar, PAN, PKB, dan berbagai unsur lainnya. Semua bersatu dengan semangat intelektual dan moral untuk berbuat bagi umat,” ujarnya.

Ia bahkan mendorong agar Ketua ICMI Papua Tengah merekrut tokoh-tokoh lintas ormas sebagai Dewan Penasehat atau Dewan Pakar, guna memperkuat jejaring intelektual di wilayah Papua Tengah.

Dalam arahannya, Andi Irman menyampaikan empat pesan strategis kepada pengurus baru ICMI Papua Tengah agar kiprah organisasi dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas.

 “ICMI harus aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, masjid, dan organisasi kemasyarakatan. Diskusi tematik adalah salah satu cara membangun sinergi yang produktif,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya menjadikan Nabire sebagai pusat literasi dan pengembangan intelektual muda di Tanah Papua.

“ICMI sering dianggap tempatnya orang-orang tua. Tapi di sini saya lihat pengurusnya muda-muda. Mari kita ubah persepsi itu. Jadikan ICMI tempat tumbuhnya generasi cendekia muda Muslim di Papua Tengah,” serunya.

ICMI diharapkan mampu menjadi pelopor kebangkitan ekonomi umat melalui program pendampingan halal, ekonomi kreatif, dan koperasi berbasis syariah.

“Program pendamping halal bisa menjadi gerakan dakwah ekonomi. Selain memberi nilai ibadah, juga berdampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” terang Andi Irman.

Ia menegaskan pentingnya ICMI beradaptasi dengan era digital.

“Kita harus punya database anggota, bidang keahlian, dan potensi yang ada. Dari sana kita bisa tahu sumber daya manusia terbaik di Papua Tengah dan mengoptimalkannya untuk pembangunan,” ujarnya.

Baca Juga  Heboh di Bandara Nabire! Sriwijaya Air Delay Hingga Sore, Penumpang Kecewa

Menutup sambutannya, Andi Irman mengajak seluruh pengurus ICMI Papua Tengah untuk aktif berorganisasi, dan berpartisipasi dalam Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) ICMI di Bali, 5–7 Desember 2025, yang akan dihadiri Presiden RI serta berbagai tokoh nasional.

“Kami bangga Orwil Papua Tengah menjadi bagian dari 51 Orwil ICMI yang telah resmi dilantik. Ini adalah langkah awal. Setelah ini mari aktif, karena ICMI adalah rumah kita bersama. Jadilah cendekiawan yang berpikir, bertindak, dan menginspirasi,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua ICMI Papua Tengah Dr. Abdul Rahim, S.Sy., S.Ag., M.H., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan komitmen seluruh pengurus untuk membawa semangat intelektual Muslim yang berkeadilan dan bermartabat di Tanah Papua Tengah.

“ICMI bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan moral dan intelektual. Kami ingin menjadikan ICMI Papua Tengah sebagai wadah berpikir dan berbuat bagi kemajuan umat dan daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ICMI hadir untuk memperkuat nilai-nilai IMTAQ dan IPTEK dalam kehidupan sosial dan pemerintahan di Papua Tengah.

“Di Papua Tengah, toleransi bukan teori, melainkan praktik kehidupan sehari-hari. ICMI hadir untuk memperkuat harmoni itu,” katanya.

Abdul Rahim juga menambahkan bahwa setelah pelantikan, pihaknya akan segera menyusun program kerja strategis lima tahun ke depan, dengan fokus pada bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan ekonomi umat berbasis inovasi dan teknologi.

Pelantikan ICMI Papua Tengah tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi refleksi bagi kaum intelektual Muslim untuk meneguhkan komitmen kebangsaan dan memperkuat peran dalam pembangunan daerah.

Sebagaimana pesan B.J. Habibie yang kembali dikutip dalam acara tersebut:

“Ilmu pengetahuan tanpa iman dan takwa adalah buta, sedangkan iman dan takwa tanpa ilmu pengetahuan adalah lumpuh.”

Melalui semangat itu, ICMI Papua Tengah diharapkan menjadi motor penggerak transformasi sosial, intelektual, dan spiritual di wilayah tengah Tanah Papua.

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026-04-02 at 13.08.35
Polda Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Beserta Staf dan Jajaran mengucapkan Selamat Hari Raya NYE
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup