>

Mengapa Gempa Sering Terjadi di Nabire Papua Tengah?

By BusurNabire.id
Senin, 22 September 2025 09:16 WIB | 721 Views
Rumah-rumah retak, fasilitas publik rusak, dan serta telekomunikasi sempat lumpuh berjam-jam. (Foto: BusurNabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire |Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kembali menjadi sorotan nasional setelah diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 pada Jumat, 19 September 2025. Guncangan hebat itu membuat warga panik, rumah-rumah retak, fasilitas publik rusak, dan serta telekomunikasi sempat lumpuh berjam-jam.

Rumah-rumah retak, fasilitas publik rusak, dan serta telekomunikasi sempat lumpuh berjam-jam. (Foto: BusurNabire)

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, gempa di Nabire seakan bukan hal baru. Daerah ini memang dikenal rawan gempa, bahkan beberapa kali mengalami bencana dengan dampak cukup besar. Pertanyaannya, mengapa gempa sering terjadi di Nabire?

latar belakang geologi Papua, sejarah gempa besar di Nabire, sesar aktif yang melintasi wilayah ini, dampak terhadap masyarakat, hingga upaya mitigasi yang bisa dilakukan.

Nabire di Peta Seismik Indonesia

Indonesia merupakan negara yang paling rawan gempa di dunia. Hal ini disebabkan oleh letaknya di pertemuan tiga lempeng tektonik besar dunia:

  • Lempeng Eurasia
  • Lempeng Indo-Australia
  • Lempeng Pasifik

Khusus di wilayah timur Indonesia, termasuk Papua, pertemuan lempeng tektonik jauh lebih kompleks. Lempeng Pasifik terus bergerak ke arah barat, sementara Lempeng Indo-Australia bergerak ke utara. Tekanan dari pertemuan ini menyebabkan terbentuknya berbagai sesar atau patahan di Papua, termasuk di Nabire.

BMKG menyebut bahwa Papua memiliki ratusan sesar aktif, salah satunya adalah Sesar Anjak Weyland yang berperan besar terhadap gempa-gempa di Nabire.

Sesar Anjak Weyland: Sumber Gempa Nabire

Sesar Anjak Weyland merupakan patahan aktif yang memanjang di wilayah Papua bagian tengah. Patahan ini bersifat thrust fault atau sesar naik, yaitu pergeseran batuan di mana satu blok batuan terdorong ke atas akibat tekanan.

Jenis sesar ini sering menghasilkan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 30 km. Inilah yang membuat guncangan gempa terasa sangat kuat di permukaan, meskipun magnitudo tidak selalu besar.

Baca Juga  MUI Nabire Imbau Umat Islam Gelar Shalat Istisqa Hadapi Kemarau Panjang dan Krisis Air

Contohnya, pada gempa 19 September 2025 lalu, magnitudo “hanya” 6,5, tetapi karena hiposenternya hanya 24 km, getaran terasa sangat hebat hingga membuat banyak rumah rusak dan warga panik.

Sejarah Gempa Besar di Nabire

Gempa bumi bukanlah hal baru bagi masyarakat Nabire. Dalam dua dekade terakhir saja, sudah beberapa kali terjadi gempa besar yang menimbulkan kerusakan parah:

  1. Februari 2004 – Gempa Magnitudo 7,0 dan 6,7
    Dua gempa besar beruntun mengguncang Nabire. Banyak rumah hancur, ribuan warga mengungsi, dan fasilitas publik lumpuh.
  2. November 2004 – Gempa Magnitudo 7,1
    Gempa kuat kembali melanda Nabire dan menyebabkan 32 orang meninggal dunia, puluhan lainnya luka-luka, serta ribuan rumah rusak.
  3. September 2025 – Gempa Magnitudo 6,5
    Gempa terbaru yang mengguncang Nabire menyebabkan Bandara Douw Aturure rusak, Kantor Bupati Nabire retak, Jembatan Sriwani amblas, dan ratusan rumah warga mengalami kerusakan. Meski tidak ada korban jiwa, trauma warga sangat besar.

Sejarah ini membuktikan bahwa Nabire memang berada di zona rawan gempa bumi.

Nabire sering diguncang gempa karena berada di zona pertemuan lempeng tektonik aktif dan dilintasi Sesar Anjak Weyland. Jenis gempa yang dominan adalah gempa dangkal, sehingga guncangan sangat terasa meskipun magnitudo sedang. Ditambah lagi, banyak bangunan yang belum tahan gempa membuat dampaknya lebih parah.

Sejarah mencatat Nabire pernah mengalami gempa mematikan pada 2004 dan gempa kuat terbaru pada 2025. Karena itu, mitigasi bencana harus menjadi prioritas, baik melalui pembangunan infrastruktur tahan gempa, edukasi masyarakat, maupun sistem peringatan dini yang lebih baik.

Dengan kesiapsiagaan yang tinggi, diharapkan masyarakat Nabire bisa lebih aman meskipun tinggal di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Dua PLTS di Kabupaten Puncak Segera Diresmikan

Sumber Berita & Referensi

  1. BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
  2. BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)
    • Laporan dampak gempa Nabire 2025, termasuk data kerusakan dan jumlah gempa susulan.
    • Sumber: Rilis resmi BNPB.
  3. LIPI / BRIN – Kajian Kegempaan Papua
    • Penelitian terkait Sesar Anjak Weyland sebagai sumber gempa besar di Papua.
  4. Sejarah Gempa Nabire 2004
    • Data dari arsip Kompas (2004) dan Antara (2004) yang mencatat gempa magnitudo 7,0 dan 7,1 menyebabkan puluhan korban jiwa dan ribuan rumah rusak.

Berita Terkait

🇮🇩 **DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81** 🇮🇩 **17 Agustus 2026** Dengan semangat **“Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”**, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai semangat bersama dalam memperkuat persatuan, membangun daerah, dan mewujudkan Papua Tengah yang semakin maju. Gubernur Papua Tengah **Meki Nawipa, S.H.** bersama Wakil Gubernur Papua Tengah **Deinas Geley, S.Sos., M.Si.** menyampaikan ucapan **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81**. 🇮🇩 **Bersatu dalam keberagaman, bergerak bersama untuk Papua Tengah yang maju dan Indonesia yang semakin kuat.** **Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.** **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! 🇮🇩** #HUTRI81 #DirgahayuRI #IndonesiaMerdeka #PapuaTengah #MekiNawipa #DeinasGeley #IndonesiaBerdaulat #IndonesiaMaju
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup