NEWS.BUSURNABIRE.ID -Nabire:| Antusiasme masyarakat Nabire terhadap pelaksanaan hari pertama Car Free Day (CFD) pada Sabtu (14/6/2025) mendapat apresiasi langsung dari Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si.
Dalam keterangan resminya, Bupati Mesak Magai di dampingi wakil Bupati Burhanuddin Pawennari menyatakan bahwa pelaksanaan perdana CFD tersebut merupakan momentum penting dalam membangun budaya hidup sehat, mempererat interaksi sosial warga, sekaligus menjadi ruang terbuka bagi kreativitas, seni, dan kegiatan ekonomi masyarakat lokal.

“Ini sangat luar biasa. Hari pertama pelaksanaan Car Free Day tapi antusias warga sudah begitu tinggi. Ini menandakan bahwa masyarakat Nabire sangat merindukan ruang publik yang sehat dan inklusif,” ujar Bupati Mesak saat meninjau langsung pelaksanaan CFD.
Melihat besarnya antusiasme warga, Pemerintah Kabupaten Nabire akan memperluas jalur CFD. Bila pada hari pertama jalur yang digunakan terbatas di sekitar Jalan Pepera dan depan Kantor Bupati, maka pada pelaksanaan berikutnya jalur CFD akan diperluas dari depan Bandara Lama hingga ke SMP Antonius.
“Kita akan buka akses dari depan Bandara Lama, Bukit Meriam lurus, sampai tembus ke Mahafira. Jalur ini akan menyambung ke Jalan Merdeka agar bisa dimanfaatkan juga oleh warga Karang Mulia, Kali Harapan, dan sekitarnya. Sehingga dari SMP Antonius sampai Kantor Bupati dan Jalan Pepera sampai Bandara Lama akan menjadi jalur Car Free Day,” jelas Bupati.

Penambahan jalur ini diharapkan dapat mereduksi kepadatan peserta di satu titik, serta memudahkan akses masyarakat dari berbagai arah kota untuk bergabung dalam kegiatan CFD tanpa harus berdesakan.
Terkait dengan kegiatan belajar mengajar di hari Sabtu, Bupati menjelaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menyesuaikan jadwal sekolah, khususnya di kawasan yang terdampak CFD seperti SMP Negeri 4 Nabire.
“Sementara ini baru SMP Negeri 4 yang berada dalam kawasan CFD. Untuk hari Sabtu, kita akan bicarakan agar jam pelajaran diganti dengan aktivitas olahraga seperti senam, atau mungkin belajar kesenian, tari-tarian, atau pelajaran lokal lainnya,” katanya.
Hal ini dilakukan agar aktivitas CFD tidak mengganggu proses pendidikan, tetapi justru menjadi ruang pembelajaran alternatif yang lebih menyenangkan dan mendekatkan siswa dengan kegiatan komunitas.

Dalam rencana penataan ke depan, Pemkab Nabire akan mengaktifkan sejumlah halaman kantor pemerintah sebagai titik kegiatan masyarakat. Halaman Kantor Bupati, PU, Dinas Kesehatan, hingga Kejaksaan akan digunakan sebagai lokasi senam, tarian tradisional (Yospan), dan olahraga lainnya.
“Kita sudah pesan panggung di depan Kantor Bupati. Nanti siapa saja yang mau Yospan, senam, main bola voli, bahkan tenis meja, silakan gunakan halaman-halaman kantor sepanjang jalur CFD. Tadi saya sudah bicara juga dengan Pak Kejari dan Kepala Bank Mandiri, semua setuju buka akses kantor mereka untuk kegiatan warga,” ungkap Bupati.
Dinas Pendidikan juga diminta menyiapkan halaman kantor untuk aktivitas masyarakat seperti senam dan olahraga lainnya. Dengan strategi ini, CFD Nabire akan memiliki zona-zona aktivitas yang tersebar sehingga tidak terpusat di satu lokasi saja.
Menanggapi pertanyaan terkait kurangnya pemanfaatan taman kota untuk kegiatan produktif, Bupati Mesak menegaskan komitmennya untuk menata ulang ruang-ruang publik agar menjadi tempat yang ramah UMKM dan keluarga.
“Salah satu taman yang akan kita siapkan adalah taman di sebelah bandara. Selama ini lebih sering digunakan rental kendaraan dan tidak termanfaatkan dengan baik. Kita akan cor, kasih payung, dan atur agar hari Sabtu bisa digunakan untuk jualan oleh UMKM – seperti teh, kopi, nasi kuning, jagung rebus, dan lainnya,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa semua ini akan diatur oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nabire. Dinas ini akan mengatur izin, ketertiban, hingga kebersihan dari semua aktivitas UMKM yang memanfaatkan taman dan ruang publik selama CFD.
“Kepala Bapenda nanti akan mengatur semuanya. Kita akan kasih payung dan perlengkapan dengan lambang Pemerintah Kabupaten Nabire. Jadi yang jualan bukan sembarangan, tapi terdata dan tertib,” tegasnya.

Dalam rencana jangka menengahnya, Pemkab Nabire melalui program CFD ingin membangun pola sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pariwisata lokal. Hari Sabtu akan menjadi hari kegiatan masyarakat, di mana anak-anak, pelajar, guru, komunitas senam, pegiat seni, hingga pelaku UMKM bisa berinteraksi dan berkreasi di ruang publik yang sehat dan aman.
Bupati Mesak juga menyampaikan bahwa pelaksanaan CFD akan terus dievaluasi dan dikembangkan. “Kita akan lihat bagaimana pelaksanaan minggu depan, dan minggu-minggu berikutnya. Kita siapkan lebih banyak fasilitas, kita aktifkan lebih banyak ruang, dan kita libatkan lebih banyak warga,” ujarnya.
Dengan mengedepankan pendekatan inklusif, Pemkab Nabire berharap Car Free Day akan menjadi identitas baru kota Nabire sebagai kota sehat, kota budaya, dan kota kreatif.
Car Free Day Nabire kini tidak hanya menjadi kegiatan bebas kendaraan bermotor, tetapi juga wadah partisipasi masyarakat yang multidimensi: mulai dari kesehatan, seni, pendidikan, hingga ekonomi rakyat. Bupati Mesak Magai menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan bukan hanya dari pembangunan fisik semata, tetapi dari bagaimana ruang publik dikelola secara kolektif untuk kepentingan seluruh masyarakat.

Pelaksanaan berikutnya akan menjadi tolak ukur keberhasilan perencanaan partisipatif ini. Pemerintah dan masyarakat sama-sama diharapkan bisa menjaga, merawat, dan memanfaatkan momentum CFD ini demi kemajuan Nabire yang lebih sehat dan produktif.













