Gubernur Nawipa Puji Spiritualitas dan Budaya dalam Pentahbisan Uskup Keuskupan Timika

By BusurNabire.id
Rabu, 14 Mei 2025 07:12 WIB | 452 Views
Gubernur Nawipa Puji Spiritualitas dan Budaya dalam Pentahbisan Uskup Keuskupan Timika

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Mimika: Atmosfer sakral menyelimuti Gereja Katedral Tiga Raja Timika pada Rabu pagi, (14/5/2025), saat ribuan umat Katolik berkumpul untuk menyaksikan momen bersejarah Tahbisan Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, sebagai Uskup Keuskupan Timika yang baru. 

Gubernur Nawipa Puji Spiritualitas dan Budaya dalam Pentahbisan Uskup Keuskupan Timika
Gubernur Nawipa Puji Spiritualitas dan Budaya dalam Pentahbisan Uskup Keuskupan Timika

Upacara tahbisan ini bukan hanya seremoni gerejawi, tetapi juga simbol kebangkitan pastoral Keuskupan Timika setelah mengalami kekosongan kepemimpinan sejak wafatnya Uskup pertama, Mgr. John Philip Saklil, pada 3 Agustus 2019. Perayaan Ekaristi konsekrasi Uskup berlangsung khidmat dan agung, dipimpin langsung oleh Duta Besar Takhta Suci Vatikan untuk Indonesia dan ASEAN, Mgr. Piero Pioppo, serta didampingi para Uskup dan Uskup Agung dari berbagai keuskupan di seluruh Indonesia. 

Liturgi yang penuh makna ini mencerminkan kesatuan antara Gereja universal dan lokal, memperlihatkan bahwa Gereja di Papua merupakan bagian tak terpisahkan dari tubuh Kristus yang menyeluruh. 

Sebelum misa dimulai, Mgr. Bernardus diiringi dalam sebuah prosesi adat Papua dari SMP YPPK Santo Bernardus menuju Katedral. Prosesi ini menampilkan tarian Wuon dari Maybrat dan budaya Kamoro, menggambarkan harmonisasi antara iman Katolik dan kekayaan budaya lokal. 

Inkulturasi yang kuat dalam tahbisan ini menegaskan bahwa iman Katolik dapat berakar dalam budaya asli Papua, dan pelayanan Gereja bersumber dari semangat kebersamaan dengan masyarakat adat. 

Peristiwa ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh lintas agama, pejabat pemerintah daerah, tokoh adat, komunitas tarekat religius, dan umat dari berbagai penjuru Papua dan Indonesia. Kehadiran mereka menandakan dukungan moral dan spiritual terhadap misi penggembalaan Uskup Bernardus.

Gubernur Papua Tengah, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas terlaksananya pentahbisan ini. Ia membuka sambutannya dengan salam khas budaya dan gerejawi, sebagai bentuk penghormatan kepada semua yang hadir, khususnya para tokoh gereja Katolik dan pemimpin umat dari berbagai wilayah. 

Baca Juga  Alanthino Wiay Resmi Membuka Seminar BMP RI, Tekankan Persatuan dan Nasionalisme

“Kita patut memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Tritunggal Mahakudus karena atas berkat dan penyertaan-Nya, acara pentahbisan Uskup Keuskupan Timika dapat berjalan dengan hikmat, tertib, dan aman,” ungkap Gubernur dalam sambutannya. 

Lebih lanjut, Gubernur mengulas perjalanan sejarah Keuskupan Timika yang didirikan pada 19 Desember 2003 oleh Paus Yohanes Paulus II dengan Uskup pertamanya, almarhum Monsinyur John Philip Saklil, Projo. Ia juga mengapresiasi dedikasi Pastor Marthen Ekowaibi Kuayo yang telah mengemban tanggung jawab sebagai Administrator Diosesan selama kekosongan tahta uskup selama lebih dari lima tahun. 

“Puji Tuhan, melalui doa dan tangisan seluruh umat, Paus Fransiskus pada 8 Maret 2025 telah memilih dan menunjuk Pastor Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A sebagai Uskup Keuskupan Timika,” tambahnya.

 Uskup baru mengusung moto tahbisan “Ego Sum Ostium” yang berarti “Aku adalah Pintu”. Dalam pandangan Gubernur, moto ini bukan hanya menyentuh aspek spiritual semata, tetapi menjadi panggilan untuk membuka pintu keselamatan di berbagai bidang kehidupan. 

“Moto ini mengandung makna bahwa Yesus Kristus adalah jalan menuju keselamatan dan relasi sejati dengan Allah. Maka, saya berharap Bapak Uskup menjadi pintu bagi pendidikan, kesehatan, ekonomi, perdamaian, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Keuskupan Timika,” ucapnya penuh harap. 

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara Gereja dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam melayani umat yang tersebar di delapan kabupaten dengan kondisi geografis yang menantang, mulai dari pesisir pantai hingga pegunungan bersalju. 

Gubernur Papua Tengah tak lupa menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada almarhum Uskup pertama, Mgr. John Philip Saklil, yang telah meletakkan dasar-dasar pelayanan Gereja di Keuskupan Timika, termasuk menggagas Gerakan Tungku Api (GERTAK) yang sangat relevan dengan prinsip hidup masyarakat Papua. 

Baca Juga  Sah Pimpin PKBN 2026–2030, Mardi Marpaung Tegaskan Komitmen Dukung Pemerintah

“Engkau telah menggerakkan Eba Mukai, Emauwa Owada, dan tarian Kamoro (Seka), serta meyakinkan kami bahwa pendidikan adalah tungku api yang harus tetap menyala,” ujar Gubernur mengenang jasa sang Uskup. 

Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh umat untuk terus mendukung karya pelayanan Uskup baru dan mempererat semangat persatuan, kerukunan, dan cinta kasih sebagai landasan kehidupan bersama yang harmonis di Tanah Papua. 

“Mari kita menjadi pintu yang terbuka bagi keselamatan, kebersamaan, dan pelayanan tanpa batas. Tuhan memberkati kita semua,” tutupnya. 

Acara penthabisan ini menjadi momentum spiritual yang mendalam dan sekaligus tonggak penting bagi perjalanan Gereja Katolik di Papua, khususnya Keuskupan Timika, untuk terus bertumbuh dalam iman, pengharapan, dan pelayanan. 

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026-04-02 at 13.08.35
Polda Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Beserta Staf dan Jajaran mengucapkan Selamat Hari Raya NYE
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup