>

Forum Peduli Kabupaten Puncak Papua di Nabire Menolak di lantiknya Darwin H Lumban Tobing Jadi Pj Bupati Puncak

By BusurNabire.id
Senin, 9 Oktober 2023 05:26 WIB | 195 Views

NEWS.BUSURNABIRE.ID. NABIRE. Aksi demonstrasi itu digelar oleh masyarakat Kabupaten Puncak yang tergabung dalam Forum Peduli Kabupaten Puncak Papua di Nabire (FPKPPN) di Jalan Merdeka, Nabire, Papua Tengah. Aksi tersebut menolak di lantiknya Darwin H Lumban Tobing Jadi Pj Bupati Puncak senin 9/10/2023. Pagi tadi.

Koordinator Aksi Delis Murib mengatakan, aksi damai yang digelar untuk mendesak Penjabat (Pj) Gubernur Papua membatalkan pelantikan Penjabat Bupati Puncak.

Dalam tuntutannya berdasarkan Forum Peduli Kabupaten Puncak Papua di Nabire (FPKPPN) pada tanggal 25 September 2023 di Jakarta ,Nabire & Puncak (Ilaga) menuntut bahwa Pj kabupaten Puncak adalah asli Papua yang secara administrasi memenuhi syarat adalah Yopi Murib SE.,MM dan Nenu Tabuni S.sos.,Tetapi Menteri dalam negeri telah mengesampingkan anak Hak sulung Orang Asli Papua (OAP). Berdasarkan Undang Undang nomor 2 Tahun 2021 tentang perubahan kedua atas Undang undang nomor 21 tahun 2001 tentang otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.

Berdasarkan Hal tersebut Forum Peduli Kabupaten Puncak Papua di Nabire (FPKPPN) meminta penjelasan dan pertanggung jawaban ke pada PJ Gubernur provinsi Papua Tengah.

Kami minta pelantikan ini harus dibatalkan,” tegas Murib saat berorasi di depan sejumlah masa.

Karena, menurutnya Penjabat Bupati yang dilantik adalah Darwin Tobing bukan Orang Asli Papua (OAP). Darwin Tobing diketahui menjabat sebagai Sekertaris Daerah (Sekda) Puncak yang diusulkan oleh DRPD setempat.

“FPKPPN minta Penjabat Gubernur Papua Tengah harus membatalkan pelantikan saudara Darwin Tobing sebagai Pj Bupati Puncak. Karena dia bukan orang Asli Papua yang tahu tentang kondisi dan situasi di wilayah kami. Kami tolak Darwin Tobing sebagai Pj Bupati Puncak,”tegas Delis Murib.

Ia menjelaskan, jika Darwin Tobing dilantik sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Puncak, maka situasi di daerah tersebut akan tidak kondusif. Karena seluruh masyarakat di kabupaten Puncak menolak non Papua menjadi Pj Bupati. Apalagi, pelantikan tidak sesuai dengan amanat UU Otsus.

Baca Juga  Uji Kompetensi PBJ Papua Tengah Perkuat ASN Profesional, Pengadaan Makin Transparan dan Dukung Produk Lokal

“Semua orang tahu bahwa Kabupaten Puncak adalah daerah rawan konflik. Sering banyak masyarakat kecil yang menjadi korban. Karena masalah begini. Coba pemerintah dalam hal ini Pj Gubernur Papua Tengah bisa pertimbangkan hal ini. Pelantikan harus ditunda. Kita harus beraudiensi dengan Pj Gubernur soal pelantikan Pj bupati Puncak karena tidak sesuai amanat UU Otsus,”katanya.

Ia mengatakan, jika terjadi konflik horizontal di Kabupaten Puncak, maka Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dan Presiden Indonesia Joko Widodo harus bertanggungjawab.

PJ Sekda Papua Tengah  Anwar Damanik menanggapi aspirasi para pendemo

PJ Sekda Papua Tengah  Anwar Damanik menanggapi aspirasi para pendemo penolakan pelantikan Ir. Darwin Haratua Lumban Tobing, MM menjadi Penjabat Bupati Puncak yang tergabung dalam Forum Peduli Kabupaten Puncak Papua di Nabire (FPKPPN)

Ia pun mengatakan bahwa nama yang telah di usulkan dari kabupaten sudah di serahkan kejakarta. Semua proses dan penilaian semua di kementrian Dalam Negeri .

Kami sudah maksimalkan nama nama tersebut untuk diusulkan ke Jakarta semua langsung di dorong dari Provinsi Papua telah sesuai usulan dari kabupaten Puncak dan aspirasi pun kami sudah sampaikan di Jakarta. “Ucap Anwar Damanik.

Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suharnaya ke awak media mengatakan  pelantikan tersebut merupakan suatu keputusan dari Pemerintah Pusat sehingga masyarakat harus mengerti karena kebijakan pemerintah pusat. Ditingkat provinsi hanya menjalankan atau melaksanakan perintah Pemerintah.

Kami berharap harus sabar dan jaga kondisi tetap kondusif dan terkendali. Karena di kabupaten Nabire ini beragam suku bukan hanya sekelompok orang saja harap Kapolres.

Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suharnaya Dalam pengamanan tersebut menurun kan 400 personi yang sudah ditempatkan di berbagai titik  yang berpotensi rawan ganguan.’Imbuhnya

Baca Juga  Kapolres Nabire AKBP Samuel Kerahkan 650 Personel, Aksi Mahasiswa Intan Jaya Berlangsung Aman dan Tertib

Usai bernegosiasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama aparat keamanan, perwakilan Forum Peduli Kabupaten Puncak Papua di Nabire (FPKPPN) 3 orang diizinkan masuk bertemu dengan Pj Gubernur Papua Tengah.(FN)

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup