NEWS.BUSURNABIRE.ID – NABIRE, Papua Tengah | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus menunjukkan komitmennya membangun daerah melalui pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Semangat tersebut menjadi bagian utama dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Tengah yang diwarnai berbagai agenda strategis, mulai dari lomba budaya hingga peluncuran program sosial bagi anak usia dini.

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian publik adalah Lomba Tari Yosim Pancar (Yospan) tingkat Papua Raya, yang memperebutkan total hadiah lebih dari Rp130 juta. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi seni, tetapi juga menjadi ruang memperkuat identitas budaya masyarakat Papua sekaligus mempererat persaudaraan antarwilayah di Tanah Papua.
Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa menegaskan, penyelenggaraan lomba Yospan memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar perebutan hadiah. Menurutnya, tarian Yospan merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Yospan bukan hanya soal hadiah, tetapi bagaimana kita menjaga dan mencintai budaya kita. Jangan sampai kita melupakan jati diri,” tegas Gubernur Meki Nawipa saat membuka kegiatan pada Selasa Pagi 21 juli 2026.
Ia juga mengajak generasi muda Papua Tengah untuk terus mengembangkan potensi seni dan budaya sebagai bagian dari identitas daerah. Pemerintah optimistis Papua Tengah mampu menjadi salah satu pusat pengembangan seni budaya yang mampu bersaing dengan provinsi lain di wilayah Papua.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Papua Tengah meluncurkan Program Bangkit Papua Tengah, sebuah program strategis yang diinisiasi Dinas Sosial bersama Bappeda dan mendapat dukungan Program SKALA.
Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas hidup anak usia dini melalui bantuan pemenuhan gizi dan nutrisi. Pada tahap awal, sebanyak 1.000 anak berusia 0 hingga 4 tahun di empat kabupaten akan menerima bantuan sebesar Rp350 ribu setiap bulan.
Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan asupan protein dan gizi anak sehingga mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kesehatan mereka sejak usia dini.
Menurut Gubernur Meki Nawipa, investasi terhadap anak merupakan investasi terbesar bagi masa depan Papua Tengah.
“Ini adalah fondasi penting untuk membangun generasi Papua Tengah yang sehat, cerdas, dan kuat, baik secara fisik maupun mental,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga memastikan program tersebut akan diperluas pada tahun mendatang hingga menjangkau seluruh delapan kabupaten sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan sumber daya manusia.
Perayaan HUT ke-4 Papua Tengah tidak hanya menghadirkan kegiatan budaya, tetapi juga akan dilanjutkan dengan agenda keagamaan melalui Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan konser rohani.

Menurut pemerintah, rangkaian kegiatan tersebut menjadi simbol keseimbangan pembangunan, tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembinaan karakter dan spiritual masyarakat Papua Tengah.
Dalam momentum hari jadi provinsi ini, Gubernur kembali mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat persatuan serta bergandengan tangan membangun Papua Tengah menuju daerah yang maju, aman, dan sejahtera.
“Dengan persatuan, kita yakin Papua Tengah akan berkembang pesat, masyarakatnya sejahtera, dan pembangunan berjalan merata,” katanya.
Selain fokus pada pengembangan sumber daya manusia, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan gedung perkantoran bertingkat yang menjadi simbol kemajuan pemerintahan provinsi baru tersebut.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Meki Nawipa secara resmi membuka pelaksanaan Lomba Tari Yospan Papua Raya sebagai salah satu agenda utama peringatan HUT ke-4 Provinsi Papua Tengah.
“Dengan mengucap syukur, kegiatan Yosim Pancar ini secara resmi kami buka,” pungkasnya.













