NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire. Papua Tengah | Dukungan nyata Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah kembali dirasakan langsung oleh masyarakat Kampung Waharia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire. Melalui pembangunan dua unit Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) di RT 5 dan RT 6 serta pemasangan portal lingkungan, upaya penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat kini semakin nyata dan berkelanjutan.

Pembangunan yang berlangsung selama periode 8 hingga 28 Desember 2025 ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif. Program tersebut sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Nabire dalam memperkuat stabilitas keamanan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Kepala Subsektor sekaligus Koordinator Suku Wate Kampung Waharia, Robert Roy Marten Waray, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan bantuan nyata bagi masyarakat Kampung Waharia.
“Pembangunan Pos Kamling dan pemasangan portal lingkungan ini merupakan bukti kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar warga, khususnya dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif sebagai landasan kemajuan kampung dan daerah,” ujar Robert keawak media Senin 29/12/2025

Ia menjelaskan, sebelum adanya pos kamling permanen, kegiatan ronda malam di Kampung Waharia dilakukan secara terbatas dan berpindah-pindah, sehingga kurang efektif dan belum terkoordinasi dengan baik. Kehadiran pos kamling kini menjadi pusat aktivitas keamanan yang lebih terarah, terorganisir, dan berkelanjutan.
Tak hanya meningkatkan efektivitas ronda malam, keberadaan pos kamling dan portal lingkungan juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga, terutama pada malam hari. Potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) seperti pencurian, perkelahian antar pemuda, konsumsi minuman keras, hingga aktivitas negatif lainnya dapat diminimalisir melalui keterlibatan aktif warga.
Menariknya, pos kamling kini berkembang menjadi lebih dari sekadar tempat ronda. Fasilitas ini menjadi ruang kebersamaan warga untuk berdiskusi, menyelesaikan persoalan sosial, serta mempererat hubungan antarwarga. Nilai persatuan, solidaritas, dan gotong royong pun semakin kuat di tengah masyarakat Kampung Waharia.

Robert menegaskan komitmennya untuk terus menggerakkan masyarakat, khususnya warga RT 5 dan RT 6, agar menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya aparat keamanan. Dengan kebersamaan, kampung kita akan tetap aman dan damai,” tegasnya.
Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh kebijakan dan program Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, serta mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu persatuan dan stabilitas wilayah.
Meski sempat menghadapi kendala seperti pelebaran jalan dan persiapan perayaan Natal, seluruh rangkaian pembangunan berhasil diselesaikan tepat waktu pada Minggu, 28 Desember 2025, berkat koordinasi yang solid antara masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, aparat keamanan, dan pemerintah.
Dampak positif dari kegiatan ini mulai dirasakan secara nyata. Partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan meningkat, sistem ronda malam menjadi lebih terkoordinasi, dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin menguat. Sinergi yang terbangun ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Nabire dalam mewujudkan keamanan dan pembangunan yang berkelanjutan.













