NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire- Papua Tengah | Kunjungan kerja jajaran pimpinan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) ke Kabupaten Nabire menjadi momentum penting dalam penguatan peran RRI sebagai media pemersatu bangsa di wilayah Papua Tengah.
Rombongan yang terdiri dari Anggota Dewan Pengawas (Dewas) LPP RRI MM Rini Purwandari, serta Direktur Layanan Pengembangan Usaha (LPU) LPP RRI, Yonas Markus Tuhuleruw, tiba di Nabire pada Sabtu (7/12/2025).
Kunjungan kerja ini berlangsung hingga Selasa (9/12/2025) dengan sejumlah agenda strategis yang menyentuh sektor pelayanan publik, penguatan SDM penyiaran, hingga promosi potensi daerah.
Setibanya di Bandara Douw Aturure, Nabire, rombongan disambut langsung oleh Kepala Stasiun RRI Nabire beserta jajaran pimpinan. Suasana hangat, penuh kekeluargaan, serta balutan adat istiadat Papua mewarnai kedatangan tamu kehormatan tersebut.
Pada hari pertama berada di Nabire, MM Rini Purwandari dan Yonas Markus Tuhuleruw bersama rombongan langsung mengagendakan Kepemancar RRI Nabire yang berada di Wadio selanjutnya kunjungan ke salah satu ikon wisata bahari Kabupaten Nabire, yakni Pulau Here.

Pulau Here yang terkenal dengan panorama laut yang indah, terumbu karang, dan potensi ekowisata tersebut menjadi bagian dari upaya melihat langsung potensi daerah yang dapat dipromosikan melalui jaringan siaran RRI.
Dalam kunjungan ini, rombongan didampingi oleh Kepala Stasiun RRI Nabire serta sejumlah karyawan lainnya. Selain menikmati keindahan alam, kunjungan ke Pulau Here juga menjadi bagian dari penguatan misi RRI dalam mendukung promosi pariwisata Papua Tengah ke tingkat nasional bahkan internasional melalui siaran radio, pemberitaan, serta produksi konten audio visual.
MM Rini Purwandari menegaskan bahwa kekuatan RRI terletak pada kemampuannya mempromosikan kearifan lokal dan potensi daerah yang belum banyak dikenal masyarakat luas.
“Potensi seperti ini harus kita angkat melalui liputan yang kuat, dokumenter yang berkualitas, dan narasi yang mampu menggerakkan perhatian publik nasional bahkan internasional,” ujarnya dalam salah satu dialog.

Agenda puncak kunjungan kerja dilaksanakan pada Selasa (9/12/2025) saat Dewan Pengawas dan Direktur LPU RRI berkunjung secara resmi ke Kantor LPP RRI Nabire.
Kedatangan kedua pimpinan pusat itu disambut dengan penuh kehormatan melalui tarian adat Papua, pemasangan mahkota adat, serta prosesi tradisi injak piring sebagai simbol penerimaan keluarga besar RRI Nabire kepada tamu kehormatan.
Para angkasawati dan angkasawan LPP RRI Nabire juga berjejer rapi menyambut di depan kantor. Iringan lagu daerah bahkan mengantar rombongan hingga memasuki halaman utama kantor RRI Nabire, menciptakan suasana yang sarat adat, kekeluargaan, dan kebanggaan.
Prosesi penyambutan ini menjadi simbol kuat kebersamaan antara pusat dan daerah dalam membangun kekuatan RRI sebagai lembaga penyiaran publik yang hadir untuk seluruh rakyat Indonesia.

Usai prosesi adat, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan internal bersama seluruh karyawan RRI Nabire yang berlangsung di Ruang VIP LPP RRI Nabire.
Pertemuan dibuka langsung oleh Koordinator Tata Usaha RRI Nabire, Jhon Basik, yang menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa hormat atas kehadiran Dewan Pengawas dan Direktur LPU RRI di Bumi Cenderawasih wilayah Meepago.
Dalam sambutannya, Kepala Stasiun RRI Nabire Surya S. Thalib, S.AP., M.Si., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan ini. Ia menyampaikan bahwa kehadiran pimpinan pusat menjadi energi dan motivasi besar bagi seluruh jajaran RRI Nabire.
“Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kunjungan Ibu Dewan Pengawas dan Bapak Direktur LPU ke kantor RRI Nabire. Ini menjadi kebanggaan dan penyemangat luar biasa bagi seluruh karyawan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa RRI Nabire saat ini terus menunjukkan perkembangan yang sangat positif, baik dari sisi tata kelola keuangan, pemberitaan, hingga pelaporan kinerja.
“Dalam beberapa tahun terakhir, RRI Nabire selalu masuk dalam peringkat 10 besar nasional. Baik dari sisi keuangan, pemberitaan maupun pelaporan, kami terus berada pada posisi terbaik,” tegasnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut adalah hasil dari kerja keras, kekompakan, serta semangat kebersamaan seluruh karyawan RRI Nabire dalam menjalankan tugas-tugas penyiaran, produksi konten, serta pelayanan informasi kepada masyarakat Papua Tengah.
Dalam arahannya, MM Rini Purwandari menyampaikan terima kasih atas sambutan yang dinilainya sangat istimewa dan penuh makna.

Ia menegaskan bahwa RRI ke depan harus terus bertransformasi menjadi lembaga penyiaran publik yang tidak hanya kuat dalam hal siaran, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
“Setiap program yang kita buat harus memiliki tujuan yang jelas dan bisa diukur dampaknya. Bukan sekadar ada program, lalu selesai. Kita harus tahu hasilnya apa,” ungkapnya.
Ia mencontohkan peran RRI sebagai radio UMKM harus dibarengi dengan data konkret, mulai dari omset awal pelaku usaha, proses pendampingan, hingga peningkatan omset setelah program berjalan.
“Kalau UMKM awalnya omzet satu miliar, setelah kita dampingi enam bulan menjadi lima miliar, maka di situlah peran RRI bisa kita klaim nyata,” tegasnya.
Ia juga mendorong kolaborasi RRI dengan perbankan nasional seperti BRI, Bank Indonesia, serta lembaga keuangan lainnya dalam memberikan literasi keuangan, akses permodalan, hingga inovasi produksi bagi UMKM di Papua Tengah.
MM Rini juga menyoroti pentingnya promosi potensi alam, budaya, dan hasil kerajinan khas Papua Tengah melalui pemberitaan dan produksi konten visual yang berkualitas.
Menurutnya, banyak potensi luar biasa yang belum dikenal luas akibat minimnya publikasi yang masif dan berkualitas.
“Kalau kita sendiri saja belum bisa menemukan informasinya di Google, bagaimana masyarakat luar bisa tahu? Di sinilah peran RRI menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia mendorong agar liputan tentang objek wisata seperti Pulau Here, kekayaan budaya, kopi Papua, kerajinan lokal, hingga kehidupan masyarakat pesisir dan pedalaman Papua Tengah diangkat menjadi film dokumenter, feature, dan liputan mendalam yang bisa diikutkan dalam berbagai ajang lomba nasional dan internasional.
“Kalau liputannya bagus, gambarnya bagus, narasinya kuat, itu bisa menang lomba dan berdampak besar bagi daerah,” katanya.
MM Rini juga menyampaikan harapannya agar RRI Nabire suatu hari bisa tampil dan meraih prestasi di tingkat internasional, sebagaimana stasiun RRI lainnya yang telah lebih dulu menorehkan prestasi produksi audio visual.
Ia menekankan bahwa prestasi bukan hanya tugas reporter atau penyiar, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh bagian, mulai dari pemberitaan, siaran, teknik, hingga administrasi.
“Prestasi itu kerja tim. Kalau ingin gambar dan suara yang bagus, semua harus terlibat,” tegasnya.
Ia juga memotivasi seluruh karyawan agar terus belajar lintas bidang, tidak membatasi diri hanya pada satu tugas teknis semata.

Sementara itu, dalam sesi arahannya, Direktur Layanan Pengembangan Usaha LPP RRI, Yonas Markus Tuhuleruw, menyampaikan pesan mendalam tentang makna kepemimpinan, pengabdian, dan dedikasi.
“Pemimpin sejati adalah pelayan. Semakin tinggi posisinya, semakin besar tanggung jawabnya untuk melayani banyak orang,” ujarnya di hadapan seluruh karyawan.
Ia kemudian membagikan kisah panjang perjalanan kariernya di RRI, mulai dari penugasan awal di berbagai wilayah Indonesia, dari Fakfak, Wamena, Merauke, hingga Manokwari.
Menurutnya, pengalaman di wilayah 3T telah membentuk karakter, ketangguhan, sekaligus kepekaan sosial dalam dunia penyiaran.
“Semua proses itu membentuk saya sampai hari ini. Tanpa melewati wilayah-wilayah sulit itu, saya tidak akan seperti sekarang,” ucapnya.
Dalam motivasinya, Yonas juga menegaskan bahwa ijazah bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seseorang.
“Ijazah hanya membuktikan bahwa kita pernah sekolah. Tetapi kemampuan kerja ditentukan oleh praktik, disiplin, dan dedikasi setiap hari,” katanya.
Ia mengajak seluruh pegawai RRI Nabire untuk terus belajar, mengasah keterampilan, serta tidak takut mencoba hal-hal baru, baik dalam dunia siaran, jurnalistik, teknik, maupun bidang administrasi.
Kunjungan kerja Dewan Pengawas dan Direktur LPU RRI di Nabire ditutup dengan dialog, sesi motivasi, serta penegasan komitmen bersama untuk semakin memperkuat peran RRI sebagai media pemersatu bangsa di wilayah Papua Tengah.
Selain sebagai sarana informasi, edukasi, dan hiburan, RRI juga diharapkan menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi, promosi pariwisata, serta pelestarian budaya lokal.
Kehadiran pimpinan pusat RRI ini menjadi energi baru bagi seluruh jajaran RRI Nabire untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas siaran, serta menghadirkan informasi yang akurat, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat Papua Tengah.













