NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Sebuah momen penuh makna berlangsung di Jalan Kali Merah, Kampung Wadio, Distrik Nabire Sabtu 22/11/2025. Penyerahan bantuan renovasi pengatapan Honai Nusantara/D3N resmi dilakukan kepada Ayub Wonda, Kepala Suku D3N Kabupaten Nabire.
Kegiatan ini bukan sekadar proses penyerahan bantuan, tetapi menjadi simbol kuatnya hubungan antara masyarakat adat Papua Tengah dan Pemerintah Pusat.

Honai Nusantara, yang menjadi rumah besar bagi enam suku besar Dani, Damal, Dawan, Nayak, Yali, dan Ngalum , kini kembali berdiri kokoh setelah sebelumnya sempat terhenti pembangunannya.
Penyampaian ke awak media, Ayub Wonda mengingatkan bahwa dirinya bukan hanya Kepala Suku D3N, tetapi juga memegang amanah sebagai Ketua Nusantara yang menaungi delapan kabupaten di Papua Tengah.
Menurutnya, perkumpulan masyarakat Nusantara telah berjalan sejak 12 Januari 2004. Meski sempat terhenti karena kendala pendanaan, masyarakat tetap menjaga semangat kebersamaan. Bantuan renovasi dari Pemerintah Pusat menjadi titik terang yang mengembalikan harapan banyak orang.

Ayub Wonda menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia menilai Presiden Prabowo telah memberikan perhatian besar kepada masyarakat Papua Tengah dengan mendukung revitalisasi Honai Nusantara, yang kelak akan menjadi pusat kegiatan adat, komunikasi lintas suku, dan ruang pemersatu masyarakat.
“Bantuan ini bukan hanya untuk bangunan, tetapi untuk martabat kami sebagai masyarakat adat. Kami merasa diperhatikan, didengarkan, dan didorong untuk berkembang,” ujar Ayub penuh haru.
Ia juga menyampaikan harapan besar untuk dapat bertemu langsung dengan Presiden RI, sebagai bentuk penghormatan sekaligus penegasan bahwa masyarakat Nusantara siap mendukung seluruh program pemerintah di Papua Tengah, terutama pembangunan di Kabupaten Nabire.
Ayub menekankan bahwa masyarakat adat akan terus menjaga komitmen dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, Honai Nusantara menjadi simbol kesatuan delapan kabupaten dan akan berfungsi sebagai pusat koordinasi yang mempererat hubungan antar-suku. Dengan dukungan Pemerintah Pusat, ia meyakini Papua Tengah akan berkembang menjadi wilayah yang maju, mandiri, dan kuat secara budaya.

Peresmian Honai Nusantara dijadwalkan berlangsung pada bulan Desember mendatang dan diharapkan menjadi momentum besar yang menandai kesiapan masyarakat adat untuk bersinergi dengan pemerintah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Papua Tengah siap maju bersama Indonesia. Ini bukan hanya renovasi bangunan, tetapi renovasi semangat,” tegas Ayub.
Kegiatan ini memberikan inspirasi tentang bagaimana masyarakat dan pemerintah dapat saling menguatkan. Renovasi Honai Nusantara menjadi bukti nyata bahwa perhatian Pemerintah Pusat mampu membangkitkan kembali harapan, kebersamaan, dan optimisme masyarakat Papua Tengah dalam membangun masa depan yang lebih baik.













