>

Korlap Pencaker Yusak Ungkap Alasan Pemalangan Kantor BKPSDM hingga 4 Hari

By BusurNabire.id
Senin, 15 September 2025 11:25 WIB | 268 Views
Korlap Pencaker Yusak Ungkap Alasan Pemalangan Kantor BKPSDM hingga 4 Hari (Foto: BusurNabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire |Ratusan pencari kerja yang tergabung dalam Kelompok Kode R Provinsi Papua Tengah kembali menggelar aksi besar-besaran di depan Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Papua Tengah, Senin (15/9/2025).
Aksi ini diwarnai dengan pemalangan pintu utama BKPSDM, sebagai bentuk desakan agar pemerintah segera menanggapi tuntutan ribuan Orang Asli Papua (OAP) yang telah terdaftar dalam daftar Kode R.

Total ada 5.976 pencaker Kode R dari delapan kabupaten di Papua Tengah yang hingga kini masih menanti kepastian kerja. Mereka mengutus ratusan perwakilan untuk datang langsung ke Nabire sebagai pusat pemerintahan provinsi.

Ratusan pencari kerja yang tergabung dalam Kelompok Kode R Provinsi Papua Tengah kembali menggelar aksi besar-besaran di depan Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Papua Tengah (Foto: BusurNabire)

Koordinator aksi, Yusak Nawipa, S.Ip, menegaskan bahwa aksi pemalangan sejak pukul 06.00 WIT dilakukan sebagai bentuk protes keras atas sikap pemerintah, khususnya BKPSDM, yang dinilai belum memberi respon konkret atas aspirasi OAP.

“Pemalangan ini tidak boleh dibuka sebelum ada jawaban resmi dari BKPSDM. Kami tidak akan menerima alasan apa pun. Ini murni perjuangan untuk hak-hak Orang Asli Papua yang harus diprioritaskan dalam penerimaan kerja,” tegas Yusak kepada awak media.

Yusak menyebut ada tiga poin utama yang disuarakan dalam aksi ini:

  1. Pemalangan kantor BKPSDM tidak boleh dibuka sebelum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang.
  2. BKPSDM Papua Tengah wajib membuka ruang dialog dengan perwakilan pencaker Kode R.
  3. Rekrutmen CPNS maupun PPPK 2025 di Papua Tengah harus memprioritaskan Kode R, sebagai afirmasi nyata bagi OAP.

Menurut Yusak, perjuangan Kode R bukanlah hal baru. Selama 11 bulan terakhir, aspirasi ini sudah berulang kali disampaikan, bahkan hingga ke Kementerian PAN-RB di Jakarta. Namun, keputusan dikembalikan ke daerah, sehingga kini bola ada di tangan Gubernur Papua Tengah dan BKPSDM.

Baca Juga  Forum SKPD Bidang Hukum Perkuat Sinkronisasi Regulasi Papua Tengah Demi Otonomi Khusus Berkelanjutan

“Kode R sudah sampai ke Kemenpan-RB. Tapi kebijakan akhirnya dikembalikan ke daerah. Artinya, yang berhak mengambil keputusan adalah gubernur dan BKPSDM. Karena itu kami turun aksi lagi untuk menagih janji itu,” kata Yusak.

Korlap Pencaker Yusak Ungkap Alasan Pemalangan Kantor BKPSDM hingga 4 Hari (Foto: BusurNabire)
Korlap Pencaker Yusak Ungkap Alasan Pemalangan Kantor BKPSDM hingga 4 Hari (Foto: BusurNabire)

Aksi ini juga dipicu oleh janji yang belum terpenuhi dari Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Pada pertemuan 15 Agustus 2025 lalu, gubernur berjanji akan mempelajari data Kode R dan meminta waktu satu minggu untuk menindaklanjutinya.

“Kami sudah serahkan data ke gubernur. Beliau bilang beri waktu seminggu untuk cross check. Tapi sekarang sudah lebih dari satu bulan, belum ada jawaban. Apakah data kami sudah diturunkan ke BKPSDM atau belum, itu yang kami pertanyakan,” ungkap Yusak.

Meski aparat keamanan sempat meminta massa membubarkan diri, para pencaker menolak untuk membuka palang. Yusak menegaskan, massa memang akan pulang pada pukul 18.00 WIT, tetapi palang tetap dibiarkan terpasang.

“Tiga sampai empat hari ke depan, kami akan kembali lagi untuk mengecek. Kalau sampai saat itu tidak ada jawaban dari BKPSDM, maka aksi ini akan kami lanjutkan. Bahkan dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegasnya.

Kekecewaan massa semakin memuncak karena menurut mereka, pejabat BKPSDM justru menghindari pertemuan dengan massa aksi. Yusak menilai sikap ini sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap aspirasi OAP.

“Teman-teman semua lihat sendiri, pejabat BKPSDM ada di dalam kantor, tapi mereka memilih keluar lewat pintu belakang. Itu sama saja tidak menghargai aspirasi pencaker Kode R,” tambahnya.

Selain Yusak, salah satu korlap aksi, Marinus Dimin, juga menegaskan bahwa aksi ini merupakan kelanjutan dari perjuangan panjang yang sudah ditempuh melalui berbagai jalur.

“Kami sudah demo di BKPSDM, DPR Papua Tengah, MRP, bahkan ke Kemenpan. Kami juga sudah dua kali bertemu gubernur. Tapi sampai hari ini, belum ada respon balik. Karena itu, kami turun lagi untuk minta jawaban yang jelas,” tegas Marinus.

Baca Juga  Wakil Bupati Nabire Apresiasi Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar 2026, Bangga Tim Cerdas Cermat Raih Juara I

Ia menambahkan, aksi ini bukan sekadar protes, melainkan bentuk perjuangan mempertahankan hak dasar OAP untuk mendapatkan kesempatan kerja yang layak.

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup