NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire |Memperingati HUT ke-3 Papua Tengah, Penjabat Gubernur Papua Tengah menyampaikan sejumlah program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dalam pidatonya di hadapan warga dan tokoh-tokoh penting daerah, ia menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik tolak menuju perubahan nyata yang berkelanjutan di provinsi termuda di Indonesia. Jumat 25/7/2025

Salah satu program unggulan yang diumumkan adalah subsidi penerbangan dari Nabire ke seluruh ibu kota kabupaten, serta dari Timika ke kabupaten-kabupaten lainnya di Papua Tengah. Penerbangan ini akan beroperasi dua kali dalam sepekan dan diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi barang, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di daerah-daerah terpencil.
Tak hanya infrastruktur transportasi, sektor pendidikan juga mendapat perhatian besar. Gubernur Papua Tengah mengumumkan bahwa mulai Agustus 2025, program pendidikan gratis untuk jenjang SMA dan SMK akan resmi diluncurkan. “Kita berdoa tahun 2026, SD dan SMP juga bisa gratis, agar kita maju dari sisi pendidikan dan ekonomi,” ungkapnya penuh harap.
Di bidang sosial, pemerintah provinsi telah menyalurkan bantuan untuk daerah pelosok, memberikan perhatian khusus kepada para pengungsi, serta menyubsidi iuran BPJS Kesehatan untuk masyarakat setara Papua. Hingga kini, Provinsi Papua Tengah telah menanggung hingga 40.000 peserta BPJS, langkah nyata yang menunjukkan keberpihakan pada rakyat kecil.
Dalam aspek kesehatan, program Gerakan Hidup Sehat (GHS) telah diluncurkan di Kabupaten Nabire dan Mimika. Program ini mencakup edukasi pola hidup sehat, pemberdayaan layanan posyandu, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan bersih dan sehat.
Gubernur juga menegaskan pentingnya mendukung pelaku UMKM lokal sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Melalui berbagai kegiatan, termasuk Car Free Day, pemerintah memberi ruang interaksi, edukasi, hingga promosi produk lokal. “Ini bukan hanya soal pelayanan, tetapi tentang membangun rumah kita bersama dengan semangat gotong royong di Papua Tengah yang kita cintai,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menjadi penonton dalam pembangunan daerah.
“Kita butuh dukungan dan kontribusi dari semua pihak. Papua Tengah dibangun dengan kerja sama, bukan kerja sendiri,” tuturnya di akhir pidato yang disambut tepuk tangan meriah dari warga.
Perayaan HUT ke-3 Provinsi Papua Tengah bukan hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga awal baru untuk mendorong pemerataan pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Dengan langkah-langkah strategis yang telah diumumkan, Papua Tengah menunjukkan tekad kuat untuk maju bersama rakyatnya.













