NEWS.BUSURNABIRE.ID – Udara Pegunungan Papua terasa berbeda di Pogapa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, ketika Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa,SH, tiba di tengah masyarakat, Selasa (8/7/2025).
Dalam suasana penuh kehangatan dan haru, warga menyambut kehadiran pemimpinnya dengan semangat dan harapan besar akan masa depan yang lebih baik.

Didampingi Bupati Aner Maisini dan Wakil Bupati Elias Igapa, kunjungan kerja Gubernur Meki Nawipa kali ini bukan sekadar seremonial. Ia datang membawa tekad untuk mendengar langsung kebutuhan rakyat tanpa perantara, dengan mata dan hati terbuka.
“Saya tidak mau hanya duduk di kantor dan dengar laporan. Saya ingin lihat langsung dan catat sendiri. Bukan banyak janji, tapi sedikit bicara dan langsung kerja,” ungkap Nawipa dengan suara bergetar.

Dalam pidato singkat namun menyentuh itu, Nawipa menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kepercayaan masyarakat Intan Jaya yang telah memberikan dukungan penuh dalam Pilkada lalu. Ia pun menegaskan akan terus hadir minimal dua kali dalam setahun di semua kabupaten di wilayah Papua Tengah sebagai bentuk komitmen nyata.
Salah satu hal yang menjadi perhatian utamanya adalah pelayanan listrik 24 jam penuh di Intan Jaya. Ia menjelaskan perjuangan yang telah dilakukan di tingkat pusat untuk memastikan daerah ini tidak lagi tertinggal dalam hal infrastruktur dasar.
“Listrik di sini sudah naik dari 16 jam ke 18 jam. Sekarang saya usahakan agar masyarakat Intan Jaya bisa nikmati listrik 24 jam. Saya sudah bicara langsung di Jakarta, ini bukan omong kosong,” tegasnya.

Suasana semakin haru saat Nawipa berbicara tentang pendidikan sebagai jalan satu-satunya untuk perubahan sejati di tanah Papua. Dengan penuh semangat, ia mendorong generasi muda Suku Moni dan semua anak Papua untuk menempuh pendidikan hingga ke luar Papua, bahkan ke luar negeri.
“Kalau kita ingin jadi pemimpin di atas tanah kita sendiri, tidak ada cara lain kecuali lewat sekolah. Jangan malu sekolah di Jawa, bahkan di luar negeri. Itu kehormatan,” ucapnya disambut tepuk tangan warga.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah. Nawipa menantang masyarakat Intan Jaya untuk bangkit lewat usaha mandiri seperti bertani kopi, beternak, dan wirausaha lokal.
“Berhenti jadi peminta. Kita bisa kerja, bisa berdiri sendiri. Itulah harga diri orang Papua!” serunya penuh semangat.

Di akhir sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menyampaikan bahwa kehadirannya bukan sekadar kunjungan pemerintahan, tetapi bentuk cinta dan tanggung jawab sebagai anak Papua yang ingin membawa perubahan nyata bagi Intan Jaya.
“Saya akan terus datang ke sini. Kita bangun Intan Jaya pelan-pelan, tapi pasti. Tidak semua bisa cepat, tapi semua pasti jalan kalau kita kerja sama,” tutup Nawipa dengan suara tenang, diiringi isak haru warga yang hadir.













