>

Yustinus Wandagau: “Rakyat Saya Hampir Punah, Tarik TNI-Polri Non-Organik dari Kampung!”

By BusurNabire.id
Jumat, 20 Juni 2025 06:32 WIB | 1994 Views
Yustinus Wandagau: “Rakyat Saya Hampir Punah, Tarik TNI-Polri Non-Organik dari Kampung!” (Foto: Busur Nabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Anggota DPR Kabupaten Intan Jaya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dapil 2, Yustinus Wandagau, menyampaikan pernyataan keras menanggapi rangkaian kekerasan yang terus terjadi di Kabupaten Intan Jaya sejak tahun 2019 hingga memasuki tahun 2026. Dalam wawancara eksklusif yang dilakukan Rabu malam, 19 Juni 2025 di Nabire, Wandagau mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi rakyat di daerah pemilihannya yang terus menjadi korban konflik bersenjata.

“Saya sangat sedih dan mengecam keras tindakan penindasan yang menimpa rakyat saya di Intan Jaya. Sejak 2019 hingga sekarang, sudah ratusan orang menjadi korban. Mulai dari masyarakat sipil, hamba Tuhan, anak-anak, hingga ibu-ibu,” ujar Wandagau.

Menurutnya, situasi kemanusiaan di Intan Jaya sudah sangat mengkhawatirkan. Ia bahkan menyatakan bahwa populasi manusia di wilayah tersebut semakin menipis.

“Nama-nama yang tercatat di DPT itu tinggal nama. Yang hidup di sana kini hanya hutan, kayu, kali, dan gunung. Jika ini terus terjadi, dalam 2–3 tahun ke depan, manusia Intan Jaya akan punah,” tegasnya.

Wandagau secara khusus meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah pusat agar segera mengevaluasi penempatan pasukan TNI-Polri non-organik di wilayah perkampungan.

“Kami tidak menolak kehadiran negara, tetapi yang kami tolak adalah cara-cara militeristik yang merampas hak hidup rakyat. Operasi militer ini menghancurkan rumah warga, membakar gereja, dan menciptakan trauma berkepanjangan. Gereja dijadikan pos militer. Ini sangat tidak manusiawi.”

Ia juga menyampaikan bahwa dalam kunjungan tim DPRK dan pemerintah daerah ke sejumlah kampung yang menjadi lokasi penembakan seperti Zendapa, Sugapalama, Wabui, dan Zanamba, mereka mendapatkan informasi bahwa operasi tersebut merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo dan Panglima TNI. Wandagau mempertanyakan kebenaran pernyataan tersebut.

Baca Juga  Letkol Dwi Palwanto Tegaskan TNI Siap Mengawal Keamanan dan Mendukung Pembangunan Papua Tengah
 Anggota DPR Kabupaten Intan Jaya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dapil 2, Yustinus Wandagau,

Dalam kesempatan yang sama, Wandagau juga menyampaikan kekecewaannya terhadap Menteri Hukum dan HAM, Natalis Pigai.

“Dulu sebelum menjabat, beliau lantang bicara soal hak asasi manusia. Tapi sekarang ketika rakyat Papua tertindas, dia diam. Kami rakyat Papua sangat kecewa dan marah kepada beliau.”

Ia menyebut bahwa dalam waktu dekat, pihaknya bersama DPRK, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, DPR Papua Tengah, dan Gubernur Papua Tengah akan menemui Menteri HAM, Panglima TNI, dan Presiden RI untuk menyampaikan langsung kondisi yang terjadi.

Selain kekerasan bersenjata, Wandagau juga menyoroti buruknya pelayanan kesehatan bagi korban luka-luka akibat tembakan. Banyak warga yang terluka tidak bisa dirawat karena adanya intimidasi di rumah sakit maupun keterbatasan akses.

“Ada dua korban luka tembak yang tidak bisa dibawa ke Timika atau Nabire karena kendala keamanan. Tiga lainnya sudah meninggal. Mereka hanya dirawat dengan obat tradisional di kampung,” ungkapnya sedih.

Di akhir pernyataannya, Wandagau menegaskan bahwa jika negara tidak mampu menjamin keselamatan rakyat Papua, maka lebih baik kedaulatan dikembalikan.

“Kalau begini terus, untuk apa ada DPR, bupati, gubernur? Mau kasih makan siapa? Rakyat sudah habis. Lebih baik kita lepas Garuda, kembalikan ke NKRI. Cukup sudah.”

Pernyataan keras Yustinus Wandagau ini menambah panjang daftar kritik dari perwakilan rakyat Papua terhadap kebijakan keamanan negara di wilayah Papua Tengah. Ia menegaskan bahwa lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif harus berjalan seimbang demi keadilan dan kemanusiaan.

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup