Pasar Malam Nabire BOM Waktu keributan: Diduga Jadi Sarang Miras dan Judi

By BusurNabire.id
Minggu, 8 Juni 2025 04:39 WIB | 819 Views
Pasar Malam Nabire BOM Waktu keributan:Diduga Jadi Sarang Miras dan Judi (Foto: Busur Nabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: | Suasana yang seharusnya menjadi ruang hiburan dan kebersamaan warga Nabire justru berubah menjadi malam penuh teror dan ketakutan. Pasar Malam di Taman Gizi Oyehe, Kabupaten Nabire, menjadi lokasi kericuhan brutal pada Sabtu malam, ketika sekelompok pemabuk mengamuk dan menyerang petugas kepolisian dengan batu hingga senjata tajam menyerupai kapak.

Pasar Malam Oyehe Taman Gizi Paskah keributan terjadi (Foto: Busur Nabire)

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 22.00 WIT saat delapan personel Polres Nabire tengah melakukan patroli rutin. Petugas menegur kelompok pemuda yang terlihat mabuk dan membuat kegaduhan di sekitar area pasar malam. Namun teguran tersebut justru dibalas dengan aksi kekerasan.

“Awalnya mereka mondar-mandir sambil mabuk. Polisi datang dengan niat baik menegur, tapi tiba-tiba keributan pecah. Mereka datang ramai-ramai, jumlahnya mungkin 15 sampai 20 orang, polisi sampai terpaksa mundur,” ungkap seorang penjaga lapak yang menyaksikan langsung kejadian.

Kondisi semakin memburuk ketika massa mulai melempar batu ke arah petugas dan bahkan mengacungkan kampak. Polisi terpaksa melepaskan gas air mata untuk mengendalikan situasi dan membubarkan kerumunan.

“Gas air mata ditembakkan ke arah kerumunan, baru mereka bubar. Tapi sebelum itu, saya lihat sendiri ada yang bawa kampak, mirip senjata di film laga 212,” sambung saksi tersebut.

Lebih memprihatinkan lagi, lokasi di sekitar pintu masuk pasar malam disebut kerap menjadi titik rawan aktivitas ilegal. Warga sekitar menyebut tempat tersebut sebagai sarang mabuk dan perjudian.

“Setiap hari ada yang main kartu sambil mabuk di sana. Sudah biasa sejak pasar malam dibuka,” tegasnya.

Situasi ini menimbulkan keresahan mendalam di tengah masyarakat. Alih-alih menjadi tempat rekreasi, pasar malam justru berubah menjadi potensi ancaman nyata bagi keamanan warga, pedagang, dan anak-anak yang kerap mengunjungi lokasi tersebut.

Baca Juga  Pemprov Papua Tengah Susun RPPLH 2026–2056, Fondasi Strategis Lindungi Lingkungan Berkelanjutan

Sejumlah warga kini mulai bersuara lantang,di grup Whatsapp meminta pemerintah daerah dan pihak keamanan segera mengevaluasi, bahkan menutup sementara kegiatan pasar malam hingga ada jaminan keamanan yang konkret.

“Jika pasar malam tak bisa dijaga dengan baik, lebih baik dihentikan saja dulu. Kami tidak mau korban jatuh hanya karena abai pada situasi yang sudah sering kami laporkan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Namun bagi warga, insiden ini adalah peringatan keras: pasar malam bukan lagi sekadar tempat mencari hiburan ,tapi kini telah berubah menjadi bom waktu.

“Kami tidak ingin malam-malam di Nabire berubah jadi medan konflik. Hentikan pasar malam sebelum semuanya terlambat,” pungkas seorang warga dengan nada cemas saat menghubungi awak media

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026-04-02 at 13.08.35
Polda Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Beserta Staf dan Jajaran mengucapkan Selamat Hari Raya NYE
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup