NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, ST., MT., menyampaikan inisiatif terbaru dalam pengelolaan sampah plastik yang bertujuan mengurangi limbah dan meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Saat ditemui awak media di sekitar kantornya, di dampingi Sekda Nabire Piter Erari SE M.Si, Arfan menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai.
“Kami mencoba mengubah limbah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Misalnya, sampah plastik kami olah menjadi kerajinan tangan seperti bunga, pot bunga, atau hiasan lainnya. Ini adalah contoh nyata bahwa plastik bisa memiliki nilai jika dikelola dengan baik,” ujar Arfan.

Dalam dua minggu terakhir, DLH Nabire bersama tim persampahan telah mengumpulkan botol-botol plastik untuk dijadikan kerajinan tangan. “Ini adalah langkah kecil yang kami harap bisa menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” tambahnya.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat. Saat ini, DLH Nabire menargetkan pengurangan 37 ton sampah per hari yang biasanya berakhir di TPA. “Kami mulai dari diri sendiri dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi. Dengan kerajinan kreatif, limbah plastik seperti botol minuman bisa diubah menjadi produk bernilai ekonomis,” tambahnya.
Arfan juga mengungkapkan bahwa DLH Nabire telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, termasuk bantuan mesin pencacah sampah plastik.
“Dukungan ini sangat penting untuk mengurangi limbah plastik. Tahun lalu, kami juga mendapatkan bantuan pembangunan pabrik pengolahan sampah. Ke depannya, kami optimis bisa mengelola sampah dengan lebih baik,” jelasnya.
Target jangka panjang DLH Nabire adalah menutup TPA pada tahun 2030. “Kami berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan pada TPA. Dengan program ini, kami harap TPA bisa ditutup pada 2030,” tegas Arfan.
Selain fokus pada pengolahan sampah plastik, DLH Nabire juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat, termasuk sekolah-sekolah binaan.
“Kami bangga karena sekolah binaan kami berhasil meraih juara nasional sekolah adiwiyata dalam pengelolaan lingkungan . Mereka mengelola sampah organik menjadi pupuk kompos dan mengubah limbah plastik menjadi barang bernilai,” ucap Arfan.

Dengan berbagai inisiatif ini, DLH Nabire optimis dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
“Sampah bukan lagi masalah, tapi peluang. Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat,” tutup Arfan.













