NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menggelar pertemuan dengan para bupati se-Papua Tengah pada Jumat, 7 Maret 2025. Pertemuan ini membahas dua agenda utama, yaitu kestabilan daerah dan rencana pembentukan asosiasi kepala daerah Papua Tengah. Usai pertemuan, Gubernur menyampaikan pernyataan resmi kepada awak media.
Gubernur Meki Nawipa menekankan pentingnya menjaga kestabilan di setiap wilayah. Dalam pernyataannya kepada media, beliau mengatakan, “Betul, tadi malam semua dipanggil. Yang pertama dibahas adalah kestabilan daerah. Masing-masing kita baru bertugas, dan kita harus menjaga keamanan di daerah masing-masing.”
Gubernur juga mengingatkan bahwa menjaga keamanan dan stabilitas adalah tanggung jawab bersama. “Ini adalah langkah awal untuk memastikan bahwa pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan lancar,” tambahnya.
Agenda kedua dalam pertemuan ini adalah pembentukan asosiasi kepala daerah Papua Tengah. Gubernur menjelaskan bahwa asosiasi ini bertujuan untuk mengakomodir kepentingan masyarakat, terutama hak-hak orang kecil.
“Kita masih menunggu tiga kabupaten lagi, yaitu Mimika, Puncak, dan Puncak Jaya. Kalau semua sudah lengkap, baru kita akan buat asosiasi. Dengan adanya asosiasi ini, semua kepentingan dapat diakomodir dengan baik,” ujar Gubernur kepada awak media.
Beliau menegaskan bahwa asosiasi ini akan menjadi wadah untuk menyatukan visi dan misi pembangunan di Papua Tengah. “Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa suara rakyat didengar dan diperjuangkan,” tegasnya.
Gubernur Papua Tengah Meki Frits Nawipa juga menyampaikan upaya penyelesaian konflik di Kabupaten Puncak Jaya. Beliau mengungkapkan bahwa telah mengirim surat resmi kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik, termasuk pasangan nomor urut satu dan dua beserta wakilnya.
“Tadi malam, surat menyurati secara resmi telah dilakukan. Saya meminta semua pihak untuk mengakhiri konflik ini. Besok, Sabtu 8 Maret 2025 pukul 10.00, kedua pasangan calon akan bertemu di kantor gubernur untuk menyelesaikan masalah ini,” jelas Gubernur.
Beliau menambahkan bahwa konflik ini telah menyebabkan sekitar 1.600 orang mengungsi ke berbagai tempat, seperti sekolah Alkitab, Polres, Kodim, dan aula pemerintah. “Saya berharap pertemuan ini dapat mengakhiri konflik di Puncak Jaya. Tidak boleh ada lagi perang atau masalah lain. Jika perlu, kita akan mengambil langkah lain untuk memastikan perdamaian,” tegasnya.
Usai pertemuan, Gubernur Meki Nawipa menyampaikan harapannya kepada media. “Saya berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan Papua Tengah yang aman, damai, dan sejahtera. Mari kita satukan langkah untuk kemajuan bersama,” ujarnya.
Gubernur juga mengapresiasi partisipasi para bupati dalam pertemuan ini. “Saya sangat menghargai komitmen dan dukungan dari para bupati. Ini adalah bukti bahwa kita semua memiliki kepedulian yang sama terhadap masa depan Papua Tengah,” tutupnya.













