NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Polres Nabire kembali menggelar kegiatan Shalat Tarawih Keliling, kali ini bertempat di Masjid Nurul Bahri Smoker, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Acara yang berlangsung pada Kamis, 6 Maret 2025, ini dihadiri oleh sejumlah perwira Polres Nabire, termasuk Kabag SDM Kompol Mansur, SH., MH., Kasikum AKP H. Sudarman, dan Kasat Tahti IPTU Salahudin.

Kegiatan dimulai pukul 19.00 WIT dengan berkumpulnya perwira yang beragama Islam di Polres Nabire, kemudian menuju Masjid Nurul Bahri Smoker menggunakan kendaraan dinas. Shalat Isya berjamaah dilaksanakan pukul 19.35 WIT dengan imam ust. H.M.Ilyas H.N., menciptakan suasana khusyuk di antara jamaah.
Setelah Shalat Isya, acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh K.H.M. Darwis, Pimpinan Pondok Pesantren DDI Bucen Nabire. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan tentang pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan di bulan Ramadhan, serta menjaga persatuan dan kesatuan umat. Tausiah ini disambut antusias oleh jamaah yang hadir.
Shalat Tarawih dan Witir berjamaah dilaksanakan pukul 20.30 WIT, kembali dipimpin oleh Imam ust. H.M.Ilyas H.N.. Jamaah terlihat khusyuk mengikuti rangkaian shalat tersebut, menciptakan suasana religius yang mendalam. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tarawih Keliling Polres Nabire yang rutin digelar setiap tahun.

Kabag SDM Kompol Mansur, SH., MH., menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang hadir. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga sebagai wujud kedekatan Polres Nabire dengan masyarakat dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta menjadi momentum untuk bersama-sama membangun Nabire yang lebih baik,” ujar Kompol Mansur.
Kegiatan Shalat Tarawih Keliling ini diakhiri dengan ramah tamah antara perwira Polres Nabire, pengurus masjid, dan jamaah yang hadir. Acara ini menjadi momen silaturahmi yang mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat setempat.













