NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire, Perayaan Natal Ikatan Lahir Besar Puncak, Puncak Jaya (Anlabeppuja) Papua 2024 yang dilaksanakan di Gereja Kemah Injil (KINGMI) Papua, Bukit Zaitun, Klasis Nabire, Provinsi Papua Tengah, berlangsung penuh khidmat pada Minggu sore, 29 Desember 2024.
Acara yang mengusung tema “Marilah Kita Ke Bethlehem” dengan subtema “Kelahiran Yesus Kristus Membawa Damai” ini dihadiri oleh dua senator Papua Tengah anggota DPD RI serta ratusan jemaat dari berbagai wilayah Papua Tengah serta pengurus Anlabeppuja.
Kegiatan dimulai dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh pemimpin gereja setempat. Dalam suasana penuh syukur, ibadah ini mengajak seluruh jemaat untuk merenungkan makna Natal sebagai simbol cinta kasih, kedamaian, dan pengharapan bagi umat manusia. Ibadah yang dilaksanakan dengan penuh khidmat ini menjadi awal yang indah bagi perayaan yang penuh makna.
Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan laporan dari Ketua Panitia, Fransiskus Kotouki, S.KM., yang menyampaikan perjalanan panjang persiapan kegiatan ini. Dalam laporannya, Fransiskus mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perayaan Natal ini, termasuk jemaat, panitia, dan semua pihak yang turut berkontribusi agar acara dapat terselenggara dengan baik.
“Perayaan Natal ini bukan hanya sekedar acara keagamaan, tetapi juga merupakan simbol persaudaraan, kebersamaan, dan rasa saling menghormati yang harus terus kita jaga di tanah Papua,” ujar Fransiskus Kotouki.
Selanjutnya, sambutan diberikan oleh perwakilan orang tua dari Kabupaten Puncak dan Kabupaten Puncak Jaya. Mereka mengapresiasi terselenggaranya acara ini sebagai momen penting untuk mempererat persatuan dan kebersamaan antar umat beragama di Papua. “Natal bukan hanya untuk merayakan kelahiran Kristus, tetapi juga untuk merayakan semangat persatuan dan kedamaian yang harus terus kita jaga bersama,” kata salah satu perwakilan orang tua Kabupaten Puncak Jaya.
Perayaan Natal Anlabeppuja Papua 2024 ini tidak hanya menjadi sebuah perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen jemaat dan masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, dan membawa harapan untuk masa depan yang lebih baik. Semangat Natal yang ditanamkan melalui acara ini diharapkan dapat terus menginspirasi kehidupan sehari-hari jemaat dan masyarakat Papua Tengah untuk hidup dalam kedamaian dan saling menghargai.






















