>

Penganiayaan Dua Santri Masih Didalami Satreskrim Polres Nabire

By BusurNabire.id
Kamis, 16 Juni 2022 02:58 WIB | 248 Views

NEWS.BUSURNABIRE.ID _NABIRE – Berdasarkan Laporan Polisi : LP/B/227/VI/2022/SPKT/Polres Nabire/Polda Papua, tanggal 10 Juni 2022 tentang tindak pidana penganiayaan, Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Nabire telah menahan pelaku (terlapor) Y alias I. Kasus ini masih didalami dan dikembangkan Satreskrim Polres Nabire. Apakah ada tersangka baru atau penambahan tersangka dalam pengembangan.

Kapolres Nabire, AKBP I Ketut Suarnaya, S.IK,SH, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Penyidik sedang melakukan pengembangan untuk kemungkinan adanya tersangka lainnya,” terang Kapolres.

Dijelaskan I Ketut, waktu dan tempat kejadian pada Jumat, 10 Juni 2022, sekitar pukul 04.00 WIT di salah satu Ponpes Jalan Poros Samabusa Waharia Distrik Teluk Kimi, Nabire.

Adapun kedua korban, dengan status pelajar masing-masing, RS (13), alamat jalan PDAM Karang Mulia Distrik Nabire dan AF (10) beralamat di Gang Kalibobo.

Untuk pelapor, sesuai keterangan Kapolres Nabire, WL (36) pekerjaan wiraswasta, alamat Jalan Pipit Kelurahan Girimulyo Distrik Nabire dan tersangka Y Alias I (33) guru Ponpes. “Tersangka kami sudah tahan di Rutan Mapolres Nabire,” tandas Kapolres.

Kronologis kejadian sesuai hasil pemeriksaan awal, pada hari Jumat tersebut sekitar pukul 04.00 WIT, terlapor bangun tidur karena hendak sholat subuh. Setelah terlapor buka mata, ternyata ia melihat ada korban RS sudah ada di dalam kamar terlapor, tepatnya di depan istri terlapor yang sementara tidur. Selanjutnya terlapor langsung loncat dan menangkap korban RS tersebut, lalu menariknya ke teras depan rumah.

Sampai di depan rumah, korban RS merontak dan berusaha untuk lari, sehingga terlapor memukul korban secara berulang di bagian muka.

Kemudian terlapor mengambil tali jemuran yang memang sudah ada di depan rumah dan mengikat korban RS. Pada saat itu juga istri terlapor juga ikut memukul korban dengan menggunakan sandal miliknya. Ketika korban hendak diikat, korban berbicara kalau temannya atas nama AF juga ikut. Sehingga setelah terlapor mengikat korban, terlapor pergi mencari temannya tersebut.

Baca Juga  Pemprov Papua Tengah Tegaskan Komitmen Lindungi Anak, HAN 2026 Jadi Tonggak Wujudkan Generasi Emas

Akhirnya terlapor mendapati teman korban itu di masjid Ponpes. Lalu terlapor langsung membawanya ke rumah terlapor dan mengikatnya bersama korban RS di sebuah tiang teras rumah. Setelah kedua korban diikat, terlapor meninggalkan mereka untuk sholat subuh.

Setelah selesai sholat subuh, terlapor kembali ke rumah dan menemui kedua korban yang masih terikat di tiang rumah terlapor. Selanjutnya terlapor menginterogasi kedua korban yang masih terikat tersebut terkait apa yang sudah mereka lakukan. Pada saat itu terlapor menginterogasi sambil memukul kedua korban dengan menggunakan sapu di bagian paha, lengan tangan, punggung dan kepala korban.

Setelah itu, lanjut Kapolres, terlapor memfoto kedua korban yang masih dalam posisi terikat dengan menggunakan HP, dan foto tersebut ia kirim di grup WA pengurus pondok pesantren dengan maksud agar para pengurus datang ke rumahnya.

Sekitar pukul 05.20 WIT, datang pengasuh atas nama Syafrudin ke rumah terlapor. Setelah ia datang, Syafrudin langsung melepas ikatan kedua korban dan membawanya ke ruang pengasuh Ponpes, sedangkan terlapor hanya tinggal di rumahnya.

Dari kasus ini pihak polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu buah sapu ijuk yang sudah patah menjadi tiga bagian dan tali tambang atau tali jemuran yang digunakan mengikat korban.

Pihak Polres, lanjut Kapolres I Ketut, telah mengambil tindakan kepolisian sesuai ketentuan yang ada mulai dari menerima laporan, membuat permintaan VER, mendatangi TKP, olah TKP dan mengamankan barang bukti.

“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, pemeriksaan terhadap para saksi dan mengamankan dan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Saat ini sedang dikembangkan kasusnya,” pungkas Kapolres Nabire.(Red)

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup