NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Pelanggan layanan Telkomsel dan TelkomGroup di wilayah Nabire, Botawa, dan Enarotali sejak Rabu (24/9/2025) pagi mengalami penurunan kualitas jaringan internet maupun komunikasi suara. Hal ini disebabkan adanya gangguan sistem komunikasi serat optik (SKSO) ruas Tigi – Timika yang putus pada pukul 07.55 WIB.
General Manager Witel Papua Barat, Eric M. Tobing, menjelaskan bahwa gangguan ini berdampak signifikan terhadap layanan TelkomGroup di tiga wilayah tersebut.
“Untuk pemulihan sementara, layanan TelkomGroup sudah dialihkan (reroute) melalui sistem backup satelit. Namun kapasitasnya sangat terbatas sehingga pelanggan mungkin tetap merasakan kendala akses,” ujar Eric dalam keterangan resminya.

Menurut Eric, tim teknis Telkom bersama mitra PTT saat ini sedang menuju lokasi titik gangguan yang diperkirakan berada di Km 83,84 dari arah Timika. Proses perbaikan akan difokuskan pada penyambungan kembali kabel fiber optik yang terputus.
“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Mohon doa dan dukungan agar proses pemulihan jaringan berjalan lancar,” tambahnya.
Akibat gangguan ini, sebagian besar pelanggan Telkomsel di Nabire, Botawa, dan Enarotali mengeluhkan akses internet lambat, panggilan telepon sulit tersambung, hingga kendala transaksi digital. Aktivitas perbankan, pendidikan daring, hingga layanan publik yang bergantung pada koneksi internet juga ikut terganggu.
Telkom memastikan akan bekerja maksimal agar jaringan kembali normal dalam waktu cepat. Langkah rerouting melalui satelit diharapkan bisa sedikit membantu mobilitas komunikasi masyarakat hingga perbaikan fiber optik selesai dilakukan.
Dengan kondisi ini, pengguna Telkomsel di wilayah terdampak diimbau untuk menggunakan layanan seperlunya dan bersabar menunggu perbaikan jaringan selesai.













