NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Di tengah semangat membangun Kabupaten Nabire sebagai pusat pendidikan, budaya, dan pariwisata di Provinsi Papua Tengah, sebuah pertemuan penuh makna lahir dari suasana sederhana. Pada Jumat, 19 September 2025, momen kebersamaan itu kemudian menginspirasi Kepala RRI Nabire, Surya S. Thalib, S.AP., M.Si., untuk menyampaikan gagasan penting ke publik pada Senin, 22 September 2025.
Meski tidak direncanakan sebelumnya, pertemuan itu berkembang menjadi obrolan santai yang kemudian dikenal dengan sebutan “Obrolan Santai 3 Srikandi Nabire”. Tiga figur penting perempuan hadir dalam kesempatan tersebut, yakni Kepala RRI Nabire, Surya S. Thalib, S.AP., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, dan Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Budporapar) Kabupaten Nabire, Martina Deba, SE.
Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Kerja Kepala RRI Nabire, Jalan Merdeka Nomor 74, itu dilakukan sambil menunggu acara lain yang akan digelar di aula RRI Nabire. Meski singkat, obrolan ini berkembang menjadi forum inspiratif yang membahas strategi sinergi antara lembaga penyiaran publik dan pemerintah daerah dalam menghadirkan perubahan nyata.

Sebagai lembaga penyiaran publik tertua di Indonesia, Radio Republik Indonesia (RRI) telah hadir selama 80 tahun mendampingi masyarakat. Di Nabire, keberadaan RRI dirasakan manfaatnya oleh berbagai kalangan, baik sebagai sumber informasi maupun mitra strategis pemerintah dalam menyebarkan program pembangunan.
Kepala RRI Nabire, Surya S. Thalib, dalam obrolan itu kembali menegaskan misi besar RRI.
“Salah satu misi RRI adalah menyelenggarakan program, kegiatan, dan konten sesuai fungsi media berupa informasi, pendidikan, budaya, dan hiburan yang berkualitas, relevan, berdampak, dan menginspirasi sesuai nilai-nilai ke-Indonesiaan. Di Kabupaten Nabire ini pariwisatanya luar biasa, potensi alamnya indah. Tugas kita di RRI adalah menginformasikan dan memberitakan ke khalayak, bukan hanya di Papua Tengah, tapi juga sampai keluar Papua,” tegasnya.
Menurut Surya, tantangan utama lembaga penyiaran publik adalah bagaimana menghadirkan informasi yang tidak hanya benar dan terpercaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dalam konteks Nabire, ada dua isu besar yang ia soroti, yaitu pendidikan dan pariwisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan RRI untuk mendukung dunia pendidikan.
“Bulan Oktober adalah bulan bahasa. Kami menyiapkan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati momen ini, seperti lomba membaca puisi, pidato, debat, dan literasi lainnya. Semua kegiatan ini penting untuk meningkatkan kecintaan siswa terhadap bahasa Indonesia sekaligus memperkuat identitas bangsa,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan RRI sangat membantu dunia pendidikan di Nabire, terutama dalam menyediakan ruang publikasi bagi siswa dan guru. Dengan siaran RRI, prestasi siswa dapat diketahui masyarakat luas, sekaligus memotivasi semangat belajar.
“Kami berharap RRI menjadi corong informasi pendidikan di Nabire, agar masyarakat tahu betapa banyak potensi anak-anak kita. Lewat publikasi yang luas, kita bisa melahirkan generasi cerdas dan berdaya saing,” ungkapnya.
Selain pendidikan, obrolan juga membahas sektor budaya, pemuda, olahraga, dan pariwisata. Kepala Dinas Budporapar Nabire, Martina Deba, SE, menekankan pentingnya peran media dalam mengangkat potensi daerah.
“Banyak kegiatan kepemudaan dan olahraga yang sudah kami siapkan, termasuk lomba-lomba kreatif yang melibatkan anak-anak muda Nabire. RRI bisa membantu menyebarkan informasi ini agar masyarakat ikut mendukung dan generasi muda semakin termotivasi,” katanya.
Ia menegaskan, Nabire memiliki kekayaan pariwisata alam yang luar biasa. Dari pantai hingga potensi budaya lokal, semua harus dipromosikan agar menjadi daya tarik wisatawan.
“Pariwisata kita keren-keren. Kalau dikemas dan dipublikasikan dengan baik, Nabire bisa dikenal lebih luas, bahkan menjadi destinasi unggulan di Papua Tengah,” ujarnya.
Diskusi dalam Obrolan Santai 3 Srikandi Nabire memperlihatkan betapa vitalnya peran media, khususnya RRI, dalam membangun komunikasi publik. RRI tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga mendidik, menghibur, dan memperkuat identitas budaya masyarakat.
Dengan jaringan siaran yang luas, RRI mampu menjangkau hingga pelosok Nabire, termasuk daerah-daerah yang sulit diakses media lain.

“Memberikan pelayanan informasi yang benar, mencerdaskan masyarakat lewat informasi kepada publik, itu tugas kami di RRI. Kami ingin Nabire semakin maju dengan informasi yang sehat,” ungkap Surya.
Ia menambahkan, setelah sebelumnya bertugas di RRI Pusat di Pro 3, dirinya berkomitmen menjadikan RRI Nabire sebagai mitra terpercaya pemerintah daerah dalam menyuarakan program pembangunan, menghadirkan inspirasi, serta menyebarkan informasi yang sehat hingga ke seluruh penjuru negeri.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor dapat dimulai dari percakapan sederhana. Tiga srikandi Nabire Surya S. Thalib, Dra. Dina Pidjer, dan Martina Deba, SE menunjukkan dedikasi mereka dalam memajukan pendidikan, mengangkat budaya, mendorong pariwisata, serta memotivasi pemuda untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Obrolan santai tersebut meninggalkan pesan penting: sinergi antara pemerintah daerah dan media publik adalah fondasi pembangunan yang inklusif.













