>

Miris! Jeritan Tanpa Suara Diben Elaby Temukan Pasar Sepi, Pedagang Menangis: ‘Kami Tak Punya Pembeli’

By BusurNabire.id
Jumat, 30 Mei 2025 08:09 WIB | 798 Views
Jeritan Tanpa Suara Diben Elaby Temukan Pasar Sepi, Pedagang Menangis: ‘Kami Tak Punya Pembeli’ (Foto:Istimewa)

NEWS.BUSURNABIRE.ID-Nabire|:Langit mendung menyelimuti Nabire saat Wakil Ketua I DPR Papua Tengah, Diben Elaby, melangkah masuk ke lorong-lorong sempit Pasar Smoker. Tidak seperti biasanya, pasar terlihat lengang. Deretan lapak yang biasanya ramai, kini tampak sunyi.  

Di sudut pasar, seorang mama Papua duduk memeluk dagangannya di atas tikar lusuh di sudut Pasar Smoker, dengan sekeranjang ikan yang sudah mulai mengering. Matanya menerawang, dan tangannya tak henti membenahi dagangan yang belum tersentuh sejak pagi.  

Ketika Wakil Ketua I DPR Papua Tengah, Diben Elaby,S.Th menghampirinya, hanya satu kalimat yang keluar dengan suara parau: 

“Tiap hari kami bawa pulang dagangan. Tidak ada yang beli. Kami harus makan apa, Nak?” 

Ucapan sederhana itu mengguncang hati. Diben terdiam. Matanya mulai berkaca-kaca. Ia duduk di samping sang mama, menggenggam tangannya, dan hanya bisa berkata, “Maafkan kami, mama.” 

Kunjungan Diben Elaby ke Pasar Smoker, Pasar Oyehe, dan Pasar Kalibobo pada Jumat pagi 30 Mei 2025 itu menjadi saksi bisu dari kenyataan pahit: pasar-pasar tradisional di Nabire Papua Tengah kian sepi, dan rakyat kecil sedang bertahan hidup dalam sunyi. 

Kunjungan Diben Elaby ke Pasar Smoker, Pasar Oyehe, dan Pasar Kalibobo pada Jumat pagi 30 Mei 2025 itu menjadi saksi bisu dari kenyataan pahit (Dok: Istimewa)

Dalam kunjungan itu, Diben mendengar satu per satu cerita yang seragam: tidak ada pembeli, tidak ada uang, tidak ada harapan. Banyak mama-mama Papua yang memilih tidak membawa dagangan lagi, karena biaya transportasi ke pasar pun sudah tak sanggup mereka tanggung. 

“Saya lihat seorang bapak duduk diam di lapak kosong. Katanya, sudah tiga hari dia tak jualan karena tak ada modal beli ikan. Ia hanya datang untuk berharap ada keajaiban,” kisah Diben, menahan isak. 

Di balik lorong-lorong pasar itu, bukan hanya aktivitas ekonomi yang mati, tapi harapan hidup rakyat kecil yang perlahan padam. 

Baca Juga  John Gobai Usul Pelabuhan Pangkal Kapal Perintis di Nabire dan Mimika

Melihat kondisi memilukan itu, Diben dengan suara berat menyampaikan tekadnya: 

“Kami di DPR Papua Tengah tidak akan tinggal diam. Rakyat sedang lapar bukan hanya perutnya, tapi juga jiwanya. Ini bukan soal angka anggaran. Ini soal kemanusiaan.” 

Ia langsung memerintahkan agar komisi terkait di DPR Papua Tengah memanggil Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Koperasi & UMKM untuk sidak gabungan. Langkah ini bertujuan memastikan penyebab lesunya daya beli: apakah karena inflasi, distribusi barang yang terhambat, atau karena belanja publik yang belum dijalankan? 

“Uang negara bukan untuk disimpan. Harus dibelanjakan untuk rakyat. Setiap hari rakyat menderita adalah bukti bahwa kita gagal.” 

Wakil Ketua I DPR Papua Tengah, Diben Elaby mendegarkan curahan hati Pedangang mama Papua di Pasar Kalibobo (Dok: Istimewa)

Dalam kunjungan itu, Wakil Ketua I DPR Papua Tengah, Diben Elaby tak hanya melihat dan mendengar — ia turun langsung, duduk bersama pedagang, memeluk mereka yang menangis karena dagangannya busuk tak laku, dan mengusap air mata anak-anak yang ikut orang tuanya berdagang tanpa harapan. 

“Kami tidak butuh pencitraan. Yang kami butuh adalah kehadiran hati di tengah derita rakyat. Kalau kita benar-benar wakil rakyat, maka kita harus ada saat rakyat tak punya apa-apa.” 

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegur keras Papua Tengah dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi. Dengan nada tegas, Tito menyatakan bahwa belanja daerah Papua Tengah baru 9%, meski pendapatan sudah 48%. Ini berarti uang daerah hanya mengendap di bank — tidak menggerakkan ekonomi, tidak menolong rakyat. 

Wakil Ketua I DPR Papua Tengah, Diben Elaby Menghampiri mama Papua yang menjual Kerajikan Khas Papua yaitu Noken (Dok: Istimewa)

Menutup kunjungannya, Diben menatap pasar yang sepi itu sekali lagi. Di matanya masih terlihat bayangan mama-mama Papua yang menatap kosong ke jalan yang lengang. Ia berjanji akan membawa semua cerita ini ke dalam rapat-rapat resmi DPR Papua Tengah — bukan sebagai data, tapi sebagai jeritan hati rakyat yang butuh keadilan. 

Baca Juga  Meki Nawipa Resmikan Festival Budaya Pelajar Papua Tengah 2026, Warisan Leluhur Jadi Kekuatan Masa Depan

“Kami tidak ingin rakyat menunggu keajaiban. Kami ingin menjadi jawaban dari doa-doa mereka.”Tutupnya 

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup