NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2024 kembali diselenggarakan dengan penuh khidmat di berbagai daerah. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan,” menekankan peran besar santri dalam sejarah perjuangan bangsa.
Pondok Pesantren DDI Bukit Cenderawasih (Bucen) Nabire turut memperingati Hari Santri dengan menggelar upacara di lapangan pesantren. Dipimpin oleh K.H. Muhammad Darwis, S.HI., seluruh santri dan guru berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, K.H. Muhammad Darwis menekankan pentingnya meneladani perjuangan para santri di masa lalu yang tidak hanya memperjuangkan kemerdekaan, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai keislaman. “Semangat dan keteguhan hati para santri dulu harus kita lanjutkan dengan cara yang relevan di era sekarang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perjuangan santri saat ini tidak lagi dengan senjata, melainkan dengan ilmu pengetahuan. “Santri harus berjuang untuk menuntut ilmu dan membangun karakter sebagai mujahid-mujahida yang membawa masyarakat kembali kepada ajaran Islam,” tambahnya.
K.H. Muhammad Darwis juga mengingatkan tujuan utama pendidikan pesantren, yaitu mencetak generasi yang mampu menciptakan Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur—negeri yang damai dan sejahtera. “Peran santri saat ini lebih luas, termasuk dalam pembangunan sosial dan bangsa,” jelasnya.
Pada peringatan tahun ini, Pondok Pesantren DDI Bukit Cenderawasih tidak menggelar rangkaian lomba seperti biasanya. Hal ini karena lomba-lomba akan digelar bersamaan dengan perayaan Milad ke-5 pesantren pada bulan Desember mendatang.
Kegiatan menarik telah dipersiapkan untuk menyambut Milad ke-5, termasuk Porseni antar santri, lomba kasidah, dan sholawat antar majelis taklim se-Kabupaten Nabire. “Puncak Milad akan dilaksanakan pada 8 Desember 2024 dengan acara jalan santai, pemotongan tumpeng, dan perpindahan santri dari musholla ke masjid,” ungkap K.H. Muhammad Darwis.
Selain itu, peringatan Milad juga akan diiringi dengan peringatan Hari Ibu pada 22 Desember. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat silaturahmi di antara masyarakat Nabire, melalui lomba-lomba yang melibatkan majelis taklim.
Menurut K.H. Muhammad Darwis, peringatan Hari Santri tahun ini di Nabire menjadi momentum penting bagi santri untuk menanamkan semangat juang. “Semangat para santri masa kini harus diarahkan untuk berkontribusi lebih besar dalam membangun bangsa,” ucapnya.
Hari Santri 2024 di Nabire menjadi ajang refleksi bagi santri dan warga pesantren untuk memupuk semangat belajar dan mengamalkan nilai-nilai Islam. “Semoga semangat para santri dalam memperjuangkan agama dan bangsa tetap menyala di hati generasi muda,” tutup K.H. Muhammad Darwis.

















