NEWS.BUSURNABIRE.ID ,Nabire; Papua Tengah | Provinsi Papua Tengah khususnya di Kota Nabire mencatat sejarah penting bagi dunia jurnalistik Tanah Papua melalui pelaksanaan Festival Media Papua Pertama, sebuah ajang besar yang mempertemukan ratusan wartawan dari enam provinsi dalam satu panggung kolaborasi pers profesional dan inklusif Selasa 12/01/2026
Festival media perdana ini menjadi yang pertama kali digelar di Nabire dan dinilai sebagai tonggak baru kebangkitan pers Papua menuju jurnalisme yang berintegritas, damai, serta adaptif terhadap tantangan zaman digital.

Ketua Panitia Festival Media Papua Pertama, Abeth Amoye You, menegaskan bahwa antusiasme peserta menunjukkan besarnya semangat insan pers Papua untuk terus memperkuat kualitas jurnalistik di wilayah timur Indonesia.
“Ratusan peserta yang hadir merupakan wartawan aktif dari berbagai platform media, mulai dari cetak, online, hingga elektronik. Mereka berasal dari Papua Tengah sebagai tuan rumah, Papua Pegunungan, Papua Induk, Papua Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya,” ungkap Abeth.
Ia menjelaskan, kehadiran wartawan dari enam provinsi tersebut menjadikan Festival Media Papua Pertama sebagai forum konsolidasi pers terbesar di Tanah Papua dalam beberapa tahun terakhir.

Tidak hanya diikuti jurnalis aktif, festival ini juga menghadirkan wartawan senior lintas generasi, termasuk mereka yang pernah menjalankan tugas jurnalistik di lingkungan Istana Negara Jakarta pada era 1980-an. Kehadiran para senior ini dinilai memberikan nilai historis sekaligus penguatan moral bagi generasi muda pers Papua.
“Ini bukti nyata bahwa pers Papua memiliki kesinambungan perjuangan. Dukungan generasi terdahulu menjadi energi besar bagi jurnalis muda agar tetap idealis dan profesional di tengah derasnya arus informasi,” katanya.

Festival Media Papua Pertama dirancang sebagai ruang peningkatan kapasitas dan kualitas wartawan Papua, dengan fokus utama pada penguatan jurnalisme investigasi dan jurnalisme damai. Kedua pendekatan tersebut dinilai krusial dalam menghadirkan pemberitaan yang akurat, berimbang, serta berkontribusi pada stabilitas sosial.
Dalam rangkaian kegiatan festival, panitia menghadirkan berbagai agenda strategis, mulai dari pelatihan jurnalistik investigatif, diskusi teknik peliputan mendalam, hingga talk show isu-isu prioritas Papua, seperti pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan, politik, hukum, dan hak asasi manusia (HAM).
Selain sesi diskusi dan pelatihan, festival ini juga dimeriahkan dengan pameran foto dan video jurnalistik karya wartawan Papua. Pameran tersebut menjadi ruang apresiasi atas karya pers sekaligus refleksi peran media dalam merekam realitas sosial, budaya, dan pembangunan di Tanah Papua.

Panitia turut mengajak masyarakat luas, khususnya warga Kabupaten Nabire, untuk hadir dan menyaksikan langsung hasil karya jurnalistik yang dipamerkan selama festival berlangsung. Keterlibatan publik dinilai penting dalam membangun ekosistem media yang sehat dan kritis.
Rangkaian Festival Media Papua Pertama akan mencapai puncaknya pada Malam Anugerah Jurnalis Favorit yang dijadwalkan berlangsung 26 Januari 2026. Pada malam tersebut, panitia akan memberikan penghargaan kepada wartawan yang dinilai memiliki dedikasi panjang, integritas, serta kontribusi nyata bagi dunia jurnalistik Papua.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan kriteria dan ketentuan yang telah disusun panitia bersama Asosiasi Wartawan Papua sejak September 2025, sebagai bentuk penghormatan terhadap insan pers yang konsisten menjaga marwah profesi.

Festival Media Papua Pertama mengusung tema besar “Media Profesional dan Inklusif untuk Tanah Papua yang Damai dan Bermartabat”, sejalan dengan semangat pembangunan Papua Tengah Ikon Bisa Lebih Baik. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa serta pelajar SMA/SMK sebagai bagian dari upaya penguatan literasi media bagi generasi muda.
Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 13 Januari hingga Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah, dengan waktu pelaksanaan mulai pukul 15.00 WIT.
Menutup pernyataannya, Abeth Amoye You mewakili Asosiasi Wartawan Papua menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh wartawan dari lima provinsi lainnya.
“Perjuangan kita satu, menghadirkan jurnalisme damai yang profesional dan bermartabat untuk Tanah Papua,” tegasnya.













