NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Wujud nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat adat di Tanah Papua kembali terasa. Melalui program bantuan babi dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, masyarakat adat di berbagai wilayah Papua merasakan dorongan baru untuk memperkuat ekonomi keluarga sekaligus menjaga warisan budaya yang sudah mengakar selama berabad-abad.
Di Papua, babi bukan sekadar hewan ternak. Ia adalah simbol kebersamaan, status sosial, dan perdamaian dalam setiap tradisi adat. Karena itu, kehadiran program ini disambut penuh sukacita oleh warga, terutama mereka yang tinggal di kampung-kampung pedalaman.

Salah satu tokoh adat penerima bantuan, Yundiman Waker, yang juga menjabat sebagai Kepala Suku Lani Kalibumi di Kabupaten Nabire, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Presiden Prabowo atas perhatian yang tulus terhadap masyarakat adat Papua.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan babi dari Bapak Presiden Prabowo. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi bentuk penghormatan terhadap budaya kami. Babi bagi orang Papua adalah bagian dari kehidupan dan simbol persaudaraan,” ujar Yundiman dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (20/10/2025).

Menurutnya, masyarakat akan mengelola bantuan ini secara kolektif agar dapat berkembang menjadi sumber ekonomi berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar proyek pemerintah, tetapi bentuk nyata kepedulian dan kemanusiaan yang menyentuh langsung hati masyarakat adat.
“Kami akan rawat dan kembangkan bersama-sama. Babi ini bisa membantu banyak keluarga dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat kampung,” tambahnya.

Yundiman juga berharap agar program bantuan babi dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah adat di Papua Tengah, karena selain membantu ekonomi, juga memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antarwarga.
Program yang digagas Presiden Prabowo ini dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun Papua dari akar budaya dan potensi lokal. Tak hanya fokus pada infrastruktur, kebijakan ini juga menekankan pemberdayaan masyarakat adat agar mandiri secara ekonomi namun tetap teguh menjaga identitas budaya.
Dengan langkah nyata seperti ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk membangun Papua dengan hati dan kepedulian, bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi pembangunan manusia yang berakar pada nilai-nilai lokal.













