NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Suasana politik nasional yang kian memanas mendapat perhatian serius dari kelompok Cipayung Plus Papua Tengah. Mereka menggelar pertemuan resmi dengan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Gedung Guest House Nabire, Senin (1/9/2025).
Pertemuan ini dipimpin langsung Gubernur Meki Nawipa didampingi Ketua DPR Papua Tengah, Delius Tabuni, Ketua MRP Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, dan Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol Muhajir. Turut hadir jajaran pimpinan Forkopimda, Wakil Ketua II dan III DPR Papua Tengah, serta pimpinan organisasi kepemudaan lainnya.

Dalam forum tersebut, Cipayung Plus Papua Tengah yang diwakili Ketua GMKI Nabire, Firgo Jitmau, menyampaikan keresahan atas kondisi bangsa. Mereka menilai kebijakan pemerintah pusat dan DPR RI semakin menjauh dari kepentingan rakyat, sementara penanganan aparat terhadap aksi massa justru menimbulkan korban jiwa.
“Kami sangat prihatin dengan situasi hari ini. Tindakan represif aparat dan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat memperburuk keadaan. Kami ingin pemerintah pusat benar-benar mendengar suara rakyat,” ujar Firgo dalam pernyataannya.
Dalam sikap resminya, Cipayung Plus Papua Tengah menegaskan sembilan poin penting, di antaranya: mendukung respon Presiden RI atas aspirasi rakyat, mendorong pengesahan UU Perampasan Aset Koruptor, menolak kenaikan pajak yang membebani rakyat, serta mengecam tindakan represif aparat. Mereka juga mendesak pencopotan pejabat yang rangkap jabatan dan menyerukan agar massa aksi tetap menjaga nilai-nilai demokrasi tanpa merusak fasilitas umum.
Deklarasi sikap tersebut ditutup dengan penandatanganan oleh perwakilan organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus yakni GMKI, PMKRI, GMNI, dan GAMKI. Mereka menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya demokrasi demi terciptanya Indonesia yang adil, maju, dan sejahtera.
“Semoga sembilan poin yang kami sampaikan dapat menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Rakyat menaruh harapan besar agar bangsa ini tetap dalam koridor demokrasi yang sehat,” tegas perwakilan Cipayung Plus dalam penutupannya.













