NEWS.BUSURNABIRE.ID – Puncak |Di bawah langit Ilaga yang berkabut, langkah demi langkah Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Bupati Puncak, Elvis Tabuni, menuju lokasi peletakan batu pertama pembangunan Guest House terasa sarat makna. Jumat, 8 Agustus 2025, menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Puncak hari di mana sebuah simbol damai dan pembangunan hadir di tengah wilayah pegunungan yang lama bergelut dengan konflik dan keterisolasian.

Bagi warga Ilaga, momen ini bukan sekadar pembangunan gedung. Ini adalah tanda nyata bahwa pemerintah benar-benar hadir, menembus jarak, medan ekstrem, dan sisa-sisa ketakutan akibat konflik masa lalu.
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menyampaikan dengan suara yang tegas namun penuh kehangatan, bahwa era kompetisi politik telah usai. Ia mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan membangun Papua Tengah lima tahun ke depan.
“Sudah tidak ada lagi musuh, tidak ada lagi lawan. Negara selalu bersama dengan orang yang menang, karena negara ingin negeri ini maju,” tegas Nawipa, disambut tepuk tangan warga yang memadati lokasi.
Meki menekankan, masa depan Papua Tengah hanya bisa dibangun oleh orang-orang berpendidikan, sehingga mulai tahun ini pemerintah provinsi akan menggratiskan pendidikan tingkat SMA/SMK. Ia juga mengumumkan program pembangunan rumah rakyat berbahan beton agar tahan terhadap konflik, dan meluncurkan layanan telemedicine yang menghubungkan RSUD Ilaga dan Mulia dengan tenaga medis di Timika.
“Hanya orang sekolah yang bisa bangun negeri ini. Tidak ada cara lain,” ujarnya, menegaskan bahwa program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) akan segera berjalan di Ilaga, Sinak, dan Derbos.
Di hadapan masyarakat, Nawipa juga menyampaikan pesan perubahan mentalitas.
“Kalau kamu kerja, kamu dapat uang. Kalau kamu piara babi, kamu dapat uang. Tidak ada lagi sistem bagi-bagi uang,” ungkapnya.

Ia menyerukan tiga tahun tanpa konflik dan palang jalan, agar infrastruktur seperti jalan, kantor, sekolah, rumah ibadah, hingga rumah rakyat dapat dibangun secara total.
“Tiga tahun ini kita bangun total. Setelah itu politik. Jadi jangan bakar-bakar, jangan perang. Kita ini yang Tuhan pilih untuk bangun negeri ini,” tutupnya penuh keyakinan.
Bupati Puncak, Elvis Tabuni, dengan nada penuh haru, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Gubernur dan Forkopimda Papua Tengah. Ia menyebut hari itu sebagai lembaran baru bagi pembangunan dan perdamaian di Puncak.
“Gunung boleh tinggi, kabut boleh tebal, tapi kalau hati kita bersatu dan tekad kita kuat, tidak ada yang mustahil,” ucapnya, disambut sorakan semangat warga.

Meski dihadapkan pada medan berat dan situasi keamanan yang kadang tidak menentu, Elvis menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus membangun melalui pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, dan keamanan.
Program Unggulan Pemkab Puncak:
- Beasiswa Puncak Cerdas untuk mencetak generasi Papua menjadi dokter, guru, dan insinyur.
- Kerja sama pendidikan luar negeri dan reaktivasi sekolah yang sempat tutup akibat konflik.
- Pemeriksaan kesehatan gratis dan pengiriman mahasiswa ke Poltekkes.
- Pembangunan jalan Kago–Aminggaru–Gome dan pengaktifan kembali pembangkit mikrohidro.
- Program Jumat Peduli Mama Papua sebagai dukungan terhadap UMKM perempuan.
- Konsolidasi keamanan bersama TNI–Polri, disertai trauma healing dan bantuan pangan bagi korban konflik.
Kehadiran Gubernur Papua Tengah ke Ilaga bukan sekadar kunjungan seremonial. Di tengah dinginnya udara pegunungan, langkah ini membuktikan bahwa pemerintah provinsi benar-benar hadir untuk menyentuh hati dan kebutuhan masyarakat.
“Orang Ilaga jangan bangga tinggal di Timika. Bangun kabupatenmu sendiri. Itu kebanggaan kita,” tegas Meki Nawipa, menutup sambutannya.
Hari itu, bukan hanya batu pertama yang diletakkan, tetapi juga harapan baru yang tertanam di hati masyarakat Puncak—harapan akan damai, sejahtera, dan bangkitnya tanah pegunungan Papua Tengah.













