NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Warga Dusun Kalimera, Kabupaten Nabire Papua Tengah, khususnya masyarakat dari Mambramo, masih menghadapi kesulitan dalam mendapatkan fasilitas penerangan yang layak. Hingga saat ini, banyak rumah di dusun tersebut masih belum memiliki akses listrik, meski sudah mengajukan permintaan bantuan kepada pemerintah.

Menurut Kepala Kampung Kalisemen, Sudiro saat ditemui awak media Kamis (17/3/2025), kondisi penerangan di dusun tersebut sangat memprihatinkan. Ia telah berulang kali mengajukan permohonan ke pemerintah daerah dan berharap ada tindak lanjut segera.
“Saya sangat prihatin dengan kondisi penerangan di Dusun Kalimera. Beberapa rumah di sana masih gelap, sementara di daerah lain sudah menikmati listrik. Saya sudah mengajukan permohonan ke kabupaten, semoga segera ada respons,bantuan lampu tenaga surya (solarsel) dapat segera direalisasikan” ujarnya.
Dusun Kalimera terletak sekitar 2 hingga 3 kilometer dari jalan utama. Dari jalan besar menuju pemukiman warga, sekitar 500 meter sudah mencapai perkampungan utama. Untuk memenuhi kebutuhan penerangan di seluruh dusun, diperkirakan diperlukan setidaknya 50 lampu.
Selain itu, sekitar 10 rumah milik warga Mambramo, terutama yang berada di lokasi terpencil dengan akses jalan berlumpur, sangat membutuhkan bantuan penerangan. Warga berharap agar pemerintah segera merealisasikan bantuan ini agar mereka dapat menikmati kehidupan yang lebih nyaman dan aman.
Permohonan fasilitas penerangan ini telah disampaikan secara lisan kepada pemerintah daerah. Namun, hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai realisasi bantuan tersebut. Bahkan, pengajuan tiang listrik ke PLN sejak akhir 2022 juga belum mendapat tindak lanjut.
Kepala Kampung Kalisemani menegaskan bahwa penerangan di dusun tersebut sangat diperlukan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan keamanan.
“Kalau ada penerangan, warga bisa lebih nyaman, dan lingkungan lebih aman. Selama ini di Kalimera tidak ada pencurian atau gejolak, tapi kami tetap berharap fasilitas ini segera diberikan,” tuturnya.
Selain Dusun Kalimera, wilayah lain seperti RT 32 di dekat Waroki juga mengalami masalah serupa dan sangat membutuhkan penerangan. Warga berharap agar tahun ini pemerintah segera merealisasikan bantuan agar seluruh masyarakat dapat menikmati fasilitas dasar yang layak.
Warga Dusun Kalimera masih menunggu kepastian dari pemerintah dan PLN. Mereka berharap suara mereka didengar dan segera mendapatkan hak yang sama seperti masyarakat lainnya yang telah menikmati listrik.













