NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire : Papua Tengah | Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Nabire mengajak generasi muda menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas melalui kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Nabire, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar tentang pentingnya menaati aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan bertanggung jawab saat berkendara di jalan raya.
Sekretaris IMI Kabupaten Nabire, Suriedi Butar Butar, S.Th., S.Pd., M.M., menyampaikan ajakan tersebut saat memberikan sambutan mewakili Ketua IMI Kabupaten Nabire, Laode Nuri. Ia menegaskan bahwa generasi muda tidak hanya perlu menguasai keterampilan mengendarai sepeda motor, tetapi juga harus memahami pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Menurut Suriedi, pengendara yang hebat bukan sekadar mereka yang mahir mengendarai sepeda motor, melainkan mereka yang mampu mengendalikan diri, mematuhi peraturan, dan mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.
“Jago membawa motor itu memang hebat, tetapi mampu menjaga keselamatan itu jauh lebih hebat,” tegas Suriedi di hadapan para pelajar.

Ia mengingatkan bahwa keinginan untuk terlihat keren di hadapan teman, memperoleh pujian, atau menjadi viral di media sosial tidak boleh mendorong pelajar melakukan tindakan berbahaya di jalan raya. Ia menilai perilaku berkendara yang tidak bertanggung jawab dapat mengancam keselamatan sekaligus menghambat masa depan generasi muda.
Dalam sambutannya, Suriedi menyampaikan tiga pesan penting yang perlu menjadi perhatian para pelajar saat berkendara. Pesan pertama adalah menggunakan helm setiap kali mengendarai sepeda motor. Ia menegaskan bahwa helm bukan sekadar pelengkap penampilan, melainkan perlengkapan keselamatan yang membantu melindungi kepala dari risiko cedera ketika terjadi kecelakaan.

Pesan kedua adalah menghindari penggunaan telepon genggam saat berkendara. Suriedi menjelaskan bahwa hilangnya konsentrasi, meskipun hanya sesaat, dapat membuat pengendara terlambat merespons kendaraan, pejalan kaki, atau kondisi jalan di sekitarnya.
“Jangan bermain handphone saat berkendara. Satu detik kehilangan fokus bisa mengubah masa depan kita,” ujarnya.
Pesan ketiga adalah menjauhi balap liar. Ia mengajak pelajar yang memiliki minat dan bakat di bidang otomotif untuk menyalurkan kemampuan melalui kegiatan resmi yang aman dan terarah bersama klub-klub otomotif di bawah naungan IMI.
Menurutnya, generasi muda yang menyukai dunia balap memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi melalui jalur yang tepat, tanpa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Suriedi juga menekankan bahwa keberanian dan kebanggaan seorang pengendara tidak seharusnya diukur dari kecepatan kendaraan atau kemampuan menyalip pengendara lain. Sebaliknya, kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, dan kemampuan mencapai tujuan dengan selamat merupakan bentuk tanggung jawab yang sesungguhnya.
“Keren bukan karena berani ngebut, tetapi karena berani tertib,” pesannya.

Ia berharap para pelajar SMA Negeri 1 Nabire dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan memberikan teladan positif kepada teman sebaya, keluarga, dan masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa setiap pengendara memiliki keluarga yang menantikan kepulangannya dengan selamat.
Pada akhir sambutannya, Suriedi mengajak para peserta menyatakan komitmen bersama melalui seruan, “Anak muda Nabire, tertib di jalan.” Ajakan tersebut menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam membangun budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan bertanggung jawab.

Melalui sosialisasi di lingkungan sekolah, IMI Kabupaten Nabire berharap para pelajar semakin memahami pentingnya keselamatan berkendara dan mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya ini juga diharapkan dapat menumbuhkan generasi muda yang disiplin, peduli terhadap sesama pengguna jalan, serta berkontribusi dalam mewujudkan lalu lintas yang lebih aman di Kabupaten Nabire.













